Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengambil langkah serius untuk memperkuat sistem keamanan digitalnya. Hal ini dilakukan menyusul peningkatan aktivitas mencurigakan yang berpotensi menjadi serangan siber pada situs resmi organisasi perangkat daerah (OPD).
Sepanjang tahun ini, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfo) Ponorogo mendeteksi ratusan anomali. Mayoritas serangan tersebut terafiliasi dengan situs judi online, seperti yang terjadi pada situs BKPSDM.
Untuk mengatasi ancaman ini, Diskominfo telah mengumpulkan agen Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dari setiap OPD. Tim ini dilatih untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal potensi serangan siber terhadap infrastruktur layanan publik daerah.
Advertisement
Advertisement
Kepala Diskominfo Ponorogo, Sapto Jatmiko, mengungkapkan adanya ratusan aktivitas mencurigakan. Aktivitas ini terdeteksi pada portal layanan publik milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo sepanjang tahun ini.
Ia mencontohkan, "di situs BKPSDM, ada sekitar 10 anomali yang kemungkinan besar terkait judi online," ujar Sapto. Data dari Diskominfo Ponorogo mengonfirmasi bahwa sebagian besar serangan ini memang terafiliasi dengan situs judi online (judol).
Situasi ini menggarisbawahi urgensi bagi pemerintah daerah. Perlindungan data dan sistem layanan publik digital menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Sebagai respons, Diskominfo Ponorogo telah mengambil langkah proaktif dengan mengumpulkan agen CSIRT. Agen-agen ini berasal dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ponorogo.
Tujuan utama dari pembentukan tim ini adalah untuk memperkuat sistem pengamanan data secara menyeluruh. "Kita kumpulkan para agen CSIRT agar lebih siap mencegah infiltrasi yang bisa mengganggu sistem layanan publik berbasis elektronik," katanya.
Sapto Jatmiko menegaskan bahwa pembentukan Ponorogo CSIRT bukan sekadar memenuhi ketentuan regulatif. Ini merupakan kebutuhan strategis yang sangat penting di era digital saat ini untuk menjamin Keamanan Digital.
Advertisement
Advertisement
Koordinasi lintas perangkat daerah dinilai sangat krusial untuk membangun sistem keamanan informasi yang terpadu dan berkelanjutan. "Dengan kesiapsiagaan ini, kami berharap seluruh layanan digital Pemkab tetap berjalan aman, andal, dan tidak mudah disusupi," ujarnya menambahkan.
Layanan tersebut juga harus andal dan tidak mudah disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan skala ancaman siber.
Tercatat sekitar dua juta serangan siber terdeteksi selama sepuluh bulan terakhir. Serangan ini menyasar berbagai situs pemerintah, baik pusat maupun daerah, termasuk di Ponorogo.
Advertisement
Sapto berharap agen CSIRT yang telah dilatih oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dapat menjadi ujung tombak. Mereka diharapkan mampu melindungi data digital pemerintah daerah secara efektif. "Harapan kami, sistem keamanan ini benar-benar menjaga agar layanan masyarakat tidak terganggu," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews