Rapat bahas ormas di Pessel berujung perusakan dan penyegelan kantor Kades

Selasa, 6 Maret 2018 23:32 Reporter : ER Chania
Rapat bahas ormas di Pessel berujung perusakan dan penyegelan kantor Kades Ilustrasi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kantor Wali Nagari atau Kepala Desa di Air Haji Tengah, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan disegel warga. Penyegelan terjadi sejak Jumat 2 Maret. Hingga Selasa (6/3), kondisi kantor tersebut masih tersegel dan sejumlah pelayanan masyarakat terganggu.

Wali Nagari Air Haji Tengah Zainul menyebut, penyegelan berawal dari kesalahpahaman di antara masyarakat, setelah adanya rapat antara pihak nagari dengan masyarakat tentang kelanjutan organisasi kemasyarakatan.

"Pemalangan pintu kantor ini dilakukan warga sejak Jumat (2/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Saya wali nagari sudah melaporkan kejadian itu kepada pihak kecamatan dan juga Polsek setempat, namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya," jelasnya.

Ia menjelaskan, sebagai wali nagari ia memang tidak mengontrol secara baik terhadap undangan yang disebar. Karena dalam melakukan penyebaran undangan, hingga mengakibatkan miskomunikasi.

"Jadi, setelah saya jelaskan seperti itu, kondisi langsung tidak kondusif dan akhirnya oknum masyarakat tersebut mengamuk dan kemudian merusak kursi serta melakukan penyegelan terhadap kantor wali nagari," terangnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, (DPMNP2KB) Pessel Hamdi sudah mengetahui kasus ini. Pihaknya bersama camat akan turun ke lapangan untuk mencari solusi terbaik agar persoalan tersebut tidak berlarut.

"Kita berharap masalah ini segera diselesaikan sehingga pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu. Hari Senin kita sudah minta sekretaris wali nagari tetap melakukan pelayanan dengan cara menumpang di rumah warga dekat kantor walinagari tersebut," pungkasnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Pesisir, Gunawan meminta Camat Linggo Saribaganti untuk mengambil keputusan terkait adanya penyegelan.

"Kita sudah meminta Camat Linggo Saribaganti untuk mengantasi persoalan penyegalan Kantor Wali Nagari di wilayahnya. Dengan tujuan agar kantor Wali Nagari kembali dibuka seperti biasa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," sebut Gunawan.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi diperoleh Gunawan atas insiden penyegelan Kantor Wali Nagari Air Haji Tengah telah dilakukan mediasi oleh kecamatan, nagari dan bersama masyarakat. Namun hasil dari pertemuan itu belum dijelaskan detail.

"Informasi yang saya dapatkan, Muspika telah melakukan pertemuan di sana (di Kantor Camat Linggosari Baganti), dan sampai hari ini (Selasa 6 Maret 2018) hasilnya belum kita ketahui persis," terangnya.

Lanjutnya, persoalan dalam penyegelan kantor wali nagari di daerah itu bisa terjadi, karena adanya keinginan dari kelompok masyarakat tidak dipenuhi wali nagari. Hingga dengan persoalan itu memicu terjadinya polemik antara masyarakat dengan kebijakan wali nagari.

"Kami masih menelusuri dulu asal muasal persoalan, jika memang ada kesalahan wali nagari itu, akan kita sikapi. Jika ada yang merusak aset negara tetap akan diproses sesuai dengan hukum, kita lihat nanti," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrokan
  2. Painan Pesisir Selatan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini