Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Meninggal Dunia, Ternyata Ini Sakit yang Diderita

Paku Buwono XIII sudah cukup lama menderita sakit. Hari ini dinyatakan meninggal dunia.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Meninggal Dunia, Ternyata Ini Sakit yang Diderita
Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII Meninggal Dunia, Ternyata Ini Sakit yang Diderita (Merdeka.com)

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berduka. Raja bergelar Sampeyandalem Ingkang Sinihun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII meninggal dunia, Minggu (2/11).

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan, Paku Buwono XIII sudah cukup lama menderita sakit. Hari ini dinyatakan meninggal dunia. 

"Memang hari ini kita berduka. Sudah positif tadi pagi. Beliau enggak ada, di Rumah Sakit Indriati. Sekarang sedang di persiapkan untuk proses mengundurkan beliau dari rumah sakit ke keraton sambil menunggu nanti persiapkan," ujar Wirabhumi.

Suami GKR Wandansari (Gusti Moeng) mengungkapkan, PB XIII sudah cukup lama sakit.

"Iya, cukup lama. Jadi sebelum Adang Dal itu sebenarnya beliau sempat masuk. Kemudian lumayan sehat, kondur (pulang). Terus kemudian ikut acara Adang Dal itu. Kemudian setelah itu gerah (sakit) lagi. Masuk lagi sampai sekarang," jelasnya.

"Ya, sebenarnya kan sudah lama ya beliau sakit. Terakhir ya komplikasi, macam-macam, termasuk darah apa namanya, gula darahnya tinggi dan seterusnya gitu," katanya.

Raja Keraton Solo Paku Buwono VIII Meninggal Dunia, Ternyata Ini Sakit yang Diderita
Raja Keraton Solo Paku Buwono VIII Meninggal Dunia, Ternyata Ini Sakit yang Diderita istimewa

Wirabhumi memaklumi bahwa faktor usia turut mempengaruhi kesehatan beliau.

"Ya, sudah sepuh juga toh, nggih," katanya.

Terkait pemakaman, Wirabhumi menyebut bahwa baru akan dibicarakan bersama keluarga.

"Kemungkinan besar, ini rapat dulu, tapi kemungkinan besar di hari Selasa setelah Selasa Kliwon. Besok itu kebetulan Selasa Kliwon toh. Jadi, mungkin setelah Selasa Kliwon. Kemungkinan besar di atas jam satu jam dua ya," ungkapnya.

Sebelum dimakamkan ke Imogiri, jenazah akan disemayamkan di pendopo belakang pendopo utama. 

Rekomendasi