Rahasia Harmoni NTT: Tokoh Agama Imbau Warga Tak Terprovokasi Unjuk Rasa Anarkis

Tokoh Agama NTT serukan warga untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi unjuk rasa anarkis di daerah lain. Apa pesan lengkap mereka?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rahasia Harmoni NTT: Tokoh Agama Imbau Warga Tak Terprovokasi Unjuk Rasa Anarkis
Tokoh Agama NTT serukan warga untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi unjuk rasa anarkis di daerah lain. Apa pesan lengkap mereka? (Merdeka.com)

Kupang, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian. Sejumlah tokoh agama di provinsi berbasis kepulauan ini secara serentak mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berbagai aksi unjuk rasa yang berujung anarki di beberapa daerah lain di Indonesia. Imbauan ini disampaikan pada Minggu, 31 Agustus, sebagai respons terhadap situasi nasional yang sedang memanas.

Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan bahwa kondusivitas dan keamanan di NTT tetap terjaga, mengingat rekam jejak provinsi ini yang dikenal damai dan harmonis. Para pemimpin agama menekankan pentingnya berpikir arif, jernih, dan kritis dalam menyikapi kondisi bangsa. Mereka juga berharap agar masyarakat tetap menjaga keharmonisan dengan pemerintah serta aparat TNI dan Polri.

Pesan damai ini bertujuan untuk mencegah insiden serupa yang terjadi di Jakarta dan daerah lainnya terulang di NTT. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat terus berjalan dengan baik tanpa gangguan, serta kerukunan dan kedamaian yang selama ini sudah terjalin erat di Provinsi NTT dapat terus dipertahankan.

Uskup Agung Kupang, Mgr Hironimus Pakaenoni, menjadi salah satu tokoh yang secara tegas menyampaikan imbauannya. Beliau mengharapkan seluruh masyarakat di Keuskupan Agung Kupang untuk tidak terprovokasi oleh hal-hal yang berpotensi memecah belah bangsa. Pesan ini sangat relevan di tengah maraknya demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Mgr Hironimus juga secara khusus meminta warga untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di Kupang agar tidak terjadi kekacauan. Beliau menekankan pentingnya mempertahankan keamanan, ketertiban, serta kerukunan dan kedamaian yang telah menjadi ciri khas NTT. Keharmonisan dengan pemerintah dan aparat keamanan juga menjadi poin penting yang disampaikannya.

Senada dengan Uskup Agung, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, Hj Muhamad S. Wongso, juga menyampaikan pandangannya. Beliau berharap setiap aspirasi yang disampaikan oleh para pendemo dilakukan dengan bijak dan tanpa anarki. Menurutnya, aksi unjuk rasa yang berujung pada kekerasan hanya akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Hj Muhamad S. Wongso juga menyoroti kurangnya ruang terbuka dari pejabat negara kepada masyarakat sebagai salah satu pemicu aksi-aksi tersebut.

Selain kedua tokoh tersebut, Ketua Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pendeta Samuel B. Pandie, turut memberikan imbauan serupa. Beliau secara khusus mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak mengarah pada perusakan fasilitas umum. Pendeta Samuel menegaskan bahwa masyarakat harus bijak dalam menyikapi kondisi yang ada di NTT.

Peringatan ini sangat penting untuk mencegah tindakan destruktif seperti pembakaran fasilitas umum yang dapat merugikan semua pihak. Para tokoh agama ini secara kolektif mengajak seluruh elemen masyarakat NTT untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Mereka berharap agar semangat persatuan dan kesatuan tetap menjadi landasan utama dalam setiap tindakan.

Imbauan dari para tokoh agama ini menjadi pengingat penting akan nilai-nilai kerukunan dan kedamaian yang selama ini dijunjung tinggi di NTT. Dengan menahan diri dari provokasi dan menjaga sikap arif, masyarakat NTT diharapkan dapat terus menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah dinamika nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi