PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah memasang perangkat oil boom. Pemasangan ini merupakan upaya proaktif guna mengantisipasi potensi pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak di area pelabuhan tersebut.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam, Alamsyah, menegaskan bahwa tindakan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan. Komitmen tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sungai dan laut di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam.
Fokus utama PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam tahun ini adalah layanan bongkar muat minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Komitmen PTP Nonpetikemas Jaga Lingkungan Pelabuhan
PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam secara serius menyoroti pentingnya perlindungan lingkungan di tengah tingginya aktivitas operasional. Pemasangan oil boom menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam mencegah dampak negatif dari kegiatan bongkar muat.
Alamsyah menjelaskan bahwa volume bongkar muat CPO di Pelabuhan Pangkalbalam sangat tinggi. Oleh karena itu, persiapan oil boom beserta kapal pendukungnya sangat krusial untuk mengatasi pencemaran lingkungan jika terjadi tumpahan minyak CPO.
Langkah ini sejalan dengan peningkatan layanan yang terus dilakukan perusahaan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh sektor kelapa sawit tidak mengorbankan kelestarian ekosistem maritim.
Advertisement
Advertisement
Teknologi Oil Boom dan Efektivitasnya
Saat ini, PTP Nonpetikemas telah memiliki empat segmen oil boom yang siap digunakan. Setiap segmen oil boom memiliki jangkauan 20 meter, sehingga total kemampuan perangkat ini untuk memblokir tumpahan minyak mencapai 80 meter.
Oil boom sendiri merupakan perangkat terapung yang dirancang khusus untuk mengurai dan memisahkan minyak dari air. Teknologi ini sangat efektif dalam penanggulangan tumpahan minyak sebelum proses pembersihan lebih lanjut dapat dilakukan.
Alamsyah menambahkan bahwa uji coba oil boom telah berhasil dilakukan sebanyak dua kali. Hasil uji coba menunjukkan keberhasilan dalam menanggulangi tumpahan CPO di kolam pelabuhan, membuktikan efektivitas alat ini.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Aktivitas Bongkar Muat CPO di Pangkalbalam
Pemasangan oil boom ini juga didasari oleh data volume bongkar muat yang signifikan di Pelabuhan Pangkalbalam. Pada tahun 2025, total bongkar muat mencapai 1,6 juta ton, dengan dominasi curah cair berupa CPO sebesar 33,24 persen.
Tren peningkatan ini berlanjut pada triwulan I tahun 2026, di mana PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam telah melayani bongkar muat sebesar 391.624 ton CPO. Porsi curah cair pada periode ini bahkan mencapai 35,18 persen.
Melihat tingginya aktivitas ini, Alamsyah menekankan bahwa oil boom menjadi sangat penting. Tujuannya adalah agar volume bongkar muat CPO yang masif tidak menyebabkan pencemaran lingkungan di pelabuhan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews