PSI usul anggaran Kemenag dinaikkan untuk tingkatkan kualitas guru

Senin, 11 Juni 2018 16:16 Reporter : Rizky Andwika
PSI usul anggaran Kemenag dinaikkan untuk tingkatkan kualitas guru Gedung Kemenag. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Milly Ratudian mengusulkan anggaran Kementerian Agama untuk lembaga pendidikan agama dinaikkan. Kenaikan anggaran diyakini dapat memperbaiki kualitas guru.

"Guru berkualitas adalah guru yang tahu cara mengajar secara terstruktur dan jelas, fokus terhadap pengembangan individual setiap murid sehingga mampu menciptakan cara mengajar yang interaktif dan dapat membangun pemahaman konsep dan mengembangkan ide para murid," kata Milly Ratudian melalui keterangan tertulis, Senin (11/6).

Seperti diketahui, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin beberapa hari lalu menyatakan anggaran Kementerian Agama bakal mengalami kenaikan hingga Rp 887 miliar untuk 2019. Maka, Kemenag bakal memiliki anggaran sekitar Rp 63 triliun.

Anggaran tambahan tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan lembaga-lembaga pendidikan. Misalnya, madrasah, pondok pesantren, serta sekolah-sekolah agama lain.

"Jadi guru bukan hanya menuntut murid mengejar nilai akademis tetapi mampu membimbing murid mengembangkan potensi dan keterampilan yang mereka miliki," ujar Milly yang juga Caleg PSI untuk Jabar II ini.

Juru Bicara PSI Milly Ratudian


Menurut Milly, kemampuan bernalar kritis dan memecahkan masalah secara analitis dari seorang murid dapat dibangun dari cara guru mendidik. Termasuk, dalam persoalan mencegah kesempitan pemahaman agama yang bisa berujung pada radikalisme.

Sertifikasi guru juga diharapkan bukan hanya dari segi administratif tetapi juga berdasarkan penilaian kinerja. Manajemen guru yang baik diperlukan agar guru dapat mengajar dengan efektif dan diiringi pengembangan profesi secara berkelanjutan.

Sebab, Indonesia memiliki demografi dan kondisi topografi yang beragam. Maka, setiap sekolah harus mampu memiliki guru yang mampu meningkatkan keterampilan para murid berdasarkan potensi wilayah masing-masing.

"Jika peningkatan kualitas guru dan sekolah terjadi serentak dan merata di seluruh wilayah Indonesia, besar harapan Indonesia akan mengalami bonus demografi positif pada 2030," ujar Milly. [rzk]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini