Program Pesiar Peduli BPSDM Perhubungan bantu posko angkutan natal & Tahun Baru

Jumat, 29 Desember 2017 18:04 Reporter : Imam Adhimulya
Program Pesiar Peduli BPSDM Perhubungan bantu posko angkutan natal & Tahun Baru BPSDMP menyelenggarakan acara In Commemoration Of The Maiden Voyage Of Training Ship Mohammad Husni . ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menghadapi lonjakan penumpang selama masa libur panjang natal dan tahun baru 2018, badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melalui sekolah-sekolah transportasi mengikutsertakan para taruna memantau Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 dan secara langsung membantu kegiatan tersebut.

Balai Pendidikan dan Pelatihan (BP2) Penerbang Banyuwangi misalnya, dengan menggunakan pesawat latih, sejak 18 Desember 2017 melakukan Air Patrol setiap hari selama masa Posko angkutan Nataru, memantau lalu lintas kota Banyuwangi dan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dari ketinggian 1000 kaki. Serta menugaskan para taruna untuk membantu di Posko Nataru Bandara Blimbing Sari, Banyuwangi.

Sekolah Tinggi Penerbang Indonesia (STPI) Curug menurunkan Taruna untuk monitoring dan pemantauan Angkutan Nataru di Bandara Halim Perdana Kusuma. "Mereka membantu update data keberangkatan dan kedatangan dan memberikan informasi kepada para penumpang," jelas Capt Novyanto, Kepala STPI.

Masih dari sekolah di Matra Udara, Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan, juga menurunkan para pegawai dan tim medis untuk membantu posko Nataru di Bandara Kuala Namu. Di waktu yang bersamaan, ATKP Makassar, mengikutsertakan para taruna membantu Posko Nataru di Bandara Sultan Hasanudin Makassar. Berikutnya adalah Politeknik Penerbangan Surabaya, yang juga ikut membantu penyelenggaraan angkutan Nataru di Bandara Juanda.

Dari sekolah Matra Laut, Politeknik Pelayaran Surabaya misalnya, juga ikut menugaskan para taruna membantu kelancaran Angkutan Nataru di pelabuhan Tanjung Perak. Balai Diklat Pelayaran Padang Pariaman juga menurunkan para taruna membantu penyelenggaraan angkutan Nataru, mereka di sebar ke beberapa tempat yaitu, Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Internasional Minangkabau, dan memantau Kapal Perintis.

Selain itu, para taruna Balai Diklat Pelayaran Minahasa Selatan juga membantu kegiatan debarkasi dan embarkasi penumpang KM Labobar di pelabuhan penumpang, dengan melakukan pemeriksaan tiket serta pengecekan bagasi. Dan, dari timur Indonesia, para Taruna Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong yang juga ikut membantu posko angkutan Nataru di Pelabuhan Sorong.

Taruna transportasi darat juga turut berpartisipasi, seperti Taruna Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Palembang dan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal. BP2TD Palembang menurunkan 32 taruna yang berdomisili di Palembang untuk memantau kedapatan arus Nataru, sedangkan PKTJ Tegal melakukan kegiatan Posko Nataru dari 22 Desember 2017 pada 3 Posko, yaitu Posko Terminal Tegal, Stasiun Tegal dan Posko Brebes Timur di Rumah Singgah Kemenhub. Masing-masing posko diisi oleh 2 Taruna dan 1 Pegawai Pendamping untuk memantau dan membantu kelancaran arus pada Nataru tahun ini.

Keikutsertaan taruna transportasi dalam membantu posko angkutan penumpang di masa-masa libur panjang, bukan hanya sebatas saat Natal dan Tahun Baru, namun mereka juga ikut membantu terselenggaranya posko angkutan penumpang pada saat arus mudik dan arus balik pada saat Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Djoko Sasono, mengonfirmasi tentang kegiatan yang dilakukan lembaga yang berada di bawah binaan Badan yang dia pimpin. "Betul, saya perintahkan semua sekolah di bawah BPSDM Perhubungan utk terlibat aktif dalam rangka membantu kelancaran Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 di simpul-simpul transportasi seperti Bandar Udara, Pelabuhan dan Terminal angkutan jalan," jelas Djoko.

Djoko menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan semacam itu. "Saya mendukung, karena ini wujud kepedulian kepada masyarakat," ujar Djoko.

Dengan ikut berpartisipasi pada posko angkutan Nataru, para taruna dapat langsung mempraktikkan teori dari pendidikan yang mereka dapatkan di kelas. Selain itu mereka juga dapat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat dengan turun langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Djoko juga mengungkapkan bahwa keterlibatan taruna dalam kegiatan ini sangat membantu pembentukan karakter para peserta diklat tersebut. "Buat taruna dan taruni tentu saja positif, ini juga menjadi wadah bagi mereka belajar melayani, karena nantinya mereka akan melayani pengguna transportasi, di kampus-kampus kita selalu menanamkan service culture kepada para taruna," ungkap Djoko.

Tidak hanya itu, Djoko juga menjelaskan tentang program Pesiar Peduli yang ada di kampus-kampus transportasi. "Untuk membangun kepedulian kepada masyarakat, di sekolah-sekolah itu ada Program Pesiar Peduli, di mana di akhir pekan para taruna melakukan kegiatan sosial di wilayah sekitar kampus masing-masing, ini salah satu upaya dalam membentuk karakter mereka," pungkas Djoko. [hhw]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini