Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Listrik Pedesaan, Singkong, hingga Giant Sea Wall
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri bidang perekonomian.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri bidang perekonomian dan instansi terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/9).
Rapat tersebut fokus membahas isu strategis di sektor pertanian, energi, dan infrastruktur.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, salah satu arahan penting dari Presiden adalah percepatan pembangunan listrik pedesaan berbasis tenaga surya.
“Presiden memerintahkan Danantara untuk membuat prototipe listrik pedesaan berbasis tenaga surya. Prototipe ini akan dibangun di sejumlah daerah dan ditarget dapat berjalan dalam waktu 3–5 bulan,” kata Teddy.
Fokus Pertanian: Singkong dan Tapioka
Di sektor pertanian, Prabowo menekankan perlunya kebijakan khusus untuk menyelesaikan persoalan komoditas ubi kayu, singkong, dan tapioka.
Pemerintah akan melibatkan pemerintah daerah serta pelaku industri untuk memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.
“Di sektor pertanian, pemerintah akan segera mengambil kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan terkait ubi kayu, singkong, dan tapioka, dengan melibatkan pemerintah daerah dan pelaku industri serta memperhatikan kesejahteraan para petani,” jelas Teddy.
Energi dan Infrastruktur Strategis
Selain energi surya pedesaan, rapat juga membahas mekanisme impor etanol serta produksi molase dari tetes tebu.
Sementara itu, di sektor infrastruktur, Presiden menyoroti urgensi pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Pantura Jawa.
“Isu lain yang dibahas adalah mengenai rencana dan pendanaan pembangunan giant sea wall yang akan berdampak pada sekitar 50 juta masyarakat di sekitar pantai utara (Pantura) Jawa,” ujar dia.
Rapat terbatas ini turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.