Siswa SDN Utan Jaya di Jalan Utan Jaya RT 01/RW 03 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok hari ini tidak dapat belajar di sekolah. Pasalnya gerbang sekolah digembok rantai oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terpaksa ditiadakan karena siswa dan guru tidak dapat masuk ke area sekolah.
Sumiati, salah satu warga mengatakan, penggembokan tersebut sudah dilakukan sejak Selasa (5/5). Hanya saja kemarin siswa masih bisa masuk lewat pintu kecil. Namun untuk hari ini gerbang utama juga digembok sehingga tidak dapat dilalui.
"Sudah digembok dari kemarin, cuma kemarin pintu kecil masih bisa masuk," katanya, Rabu (6/5).
Hari ini siswa terpaksa tidak sekolah karena gerbang digembok. Semalam juga sudah ada pengumuman mengenai penggembokan tersebut. Sebelumnya, kondisi serupa juga pernah terjadi beberapa waktu lalu.
"Sudah diumumkan dari semalam, makanya pagi ini enggak pada berangkat," ujarnya.
Heni, salah satu wali murid mengatakan pihak sekolah telah memberikan pengumuman untuk belajar dari rumah (BDR). Kemarin, siswa masih datang dan belajar di sekolah. Dia pun kaget dengan pengumuman BDR hari ini. Dia mengaku tidak tahu alasan siswa diminta BDR.
"Setahu saya kemarin masih masuk sekolah, cuma hari ini baru belajar di rumah Disuruh BDR , dari rumah. Semenjak anak saya sekolah di sini, seinget saya baru dua kali," katanya.
Advertisement
Kata Kadisdik Depok
Dia mengaku tidak tahu alasan sekolah digembok. Sebagai wali murid dia berharap agar persoalan ini dapat segera teratasi.
"Penginnya ya, sekolah normal saja. Anak Masuk setiap hari hari enggak ada masalah lagi. Masalahnya saya enggak tahu, cuma diinfokan guru dari grup wa ajah, hari ini disuruh BDR, enggak masuk sekolah, karena digembok sekolahnya, yang lain enggak tahu," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah mengatakan, masih akan melakukan koordinasi perihal polemik yang mengganggu KBM para siswa.
"Disdik terus koordinasi dengan pihak terkait agar sekolah bisa tetap digunakan untuk KBM. Sementara anak-anak BDR (Belajar Dari Rumah) sampai situasi kondusif untuk proses pembelajaran," katanya.