Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang, Polda Kepulauan Riau, memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di beberapa titik keramaian masyarakat di Kota Batam. Kebijakan ini diterapkan khusus untuk menyambut malam pergantian tahun baru, guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan kerumunan warga.
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono menjelaskan, rekayasa lalu lintas ini meliputi sistem buka tutup jalan dan pengalihan arus di lokasi-lokasi yang menjadi pusat perayaan. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran mobilitas serta keamanan seluruh masyarakat yang merayakan.
Penerapan kebijakan ini bersifat tidak kaku dan disesuaikan dengan tingkat kepadatan serta potensi kerawanan di lapangan. Polresta Barelang mengerahkan personel secara maksimal di titik-titik kumpul warga untuk memastikan malam tahun baru berjalan aman dan tertib.
Advertisement
Advertisement
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang detail di sejumlah ruas jalan utama Kota Batam. Pengaturan ini dirancang untuk mengurai kepadatan kendaraan, terutama di area-area yang diprediksi akan menjadi pusat keramaian.
Kasatlantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo menjelaskan bahwa sistem buka tutup jalan akan diberlakukan sesuai kebutuhan, mengikuti penerapan sistem etape. Misalnya, arus lalu lintas normal diberlakukan setelah Magrib hingga pukul 20.00 WIB, kemudian mulai pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB, penutupan jalan dari arah simpang tiga Samsat atau samping Gedung PDIP akan dilakukan dengan sistem satu arah (one way).
Mendekati jam pergantian tahun, jalan di Simpang BI akan ditutup hingga Masjid Agung untuk mengantisipasi puncak keramaian. Pengalihan arus juga akan diberlakukan di Simpang Franky jika kantong parkir kendaraan menuju Alun-Alun Engku Putri sudah mencapai dua lapis.
Advertisement
Jika kantong parkir penuh, kendaraan dari Simpang Franky yang menuju Simpang Masjid akan dibelokkan ke Grand Land. Selain itu, Bundaran Asrama Haji menuju Simpang 3 Pemko akan ditutup dan difungsikan khusus bagi pejalan kaki yang ingin menuju Alun-alun Engku Putri.
Advertisement
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan Rekayasa Lalu Lintas Malam Tahun Baru Batam, Polresta Barelang mengerahkan sebanyak 138 personel Satlantas. Mereka akan disiagakan di berbagai titik strategis yang menjadi lokasi berkumpulnya warga.
Lokasi-lokasi utama yang menjadi tempat berkumpul warga pada malam pergantian tahun meliputi Alun-Alun Engku Putri, Bengkong, Harbour Bay, Sekupang, Jembatan 1 Barelang, dan MTC Nongsa. Di Alun-Alun Engku Putri, yang menjadi lokasi kegiatan pemerintah kota, pengamanan dipertebal sesuai kapasitas massa yang hadir.
Selain pengerahan personel, Polresta Barelang juga menyiagakan sembilan titik pos pengamanan dan dua pos pelayanan yang tersebar di seluruh Kota Batam. Pengamanan ini juga didukung oleh personel dari TNI dan unsur terkait, termasuk Polda Kepri, hingga pergantian tahun baru.
Advertisement
Pengamanan dilakukan secara sistematis, baik melalui patroli bergerak (mobile) maupun penempatan personel di titik-titik tetap (stasioner). Ini mencakup tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang juga diprediksi akan ramai pengunjung.
Advertisement
Polresta Barelang telah melakukan upaya sosialisasi mengenai rekayasa lalu lintas ini kepada masyarakat luas. Informasi disebarluaskan melalui video tron yang ditempatkan di tiga lokasi strategis, yaitu di BP Batam, Simpang Gelael, dan Nagoya.
Tujuan sosialisasi ini adalah agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan mereka dengan baik dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk keberhasilan rekayasa lalu lintas ini.
Berdasarkan pantauan ANTARA, kondisi lalu lintas di pusat Kota Batam sejak petang hingga malam hari terpantau ramai lancar. Arus kendaraan dari Jalan Raja Isa menuju Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, serta dari Pelabuhan Batam Center menuju Masjid Agung, juga terpantau lancar meskipun kendaraan mulai memadati pinggiran jalan.
Advertisement
Seiring berjalannya waktu, warga Kota Batam mulai berdatangan ke Alun-Alun Engku Putri, yang menyediakan panggung pertunjukan musik dan dimeriahkan oleh berbagai stan kuliner. Kehadiran rekayasa lalu lintas diharapkan dapat menjaga kenyamanan dan keamanan perayaan di lokasi-lokasi tersebut.
Sumber: AntaraNews