Polres Subang Siapkan 1.165 Personel Amankan Arus Mudik dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

Polres Subang telah menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026. Ketahui detail kesiapan dan fokus pengamanan demi kelancaran perjalanan Anda.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Subang Siapkan 1.165 Personel Amankan Arus Mudik dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026
Polres Subang telah menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026. Ketahui detail kesiapan dan fokus pengamanan demi kelancaran perjalanan Anda. (AntaraNews)

Polres Subang telah menyiapkan 1.165 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik Lebaran tahun 2026. Kesiapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Apel gelar pasukan telah dilaksanakan di halaman Mapolres Subang pada Kamis sore, 13 Maret 2026, menandai dimulainya operasi ini.

Personel gabungan tersebut terdiri atas unsur Polri, TNI, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Mereka akan bertugas selama periode mudik Lebaran, yakni dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus utama operasi ini adalah memastikan masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman di seluruh wilayah Subang.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menyampaikan, apel gelar pasukan menjadi tahap akhir dalam memastikan kesiapan seluruh personel dan sarana prasarana. Hal ini krusial untuk menjamin kelancaran dan keamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kesiapan ini meliputi berbagai aspek, mulai dari personel hingga strategi pengaturan lalu lintas.

Apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menjadi penanda kesiapan akhir seluruh personel. Acara ini juga memastikan seluruh sarana prasarana pendukung telah siap digunakan untuk operasi pengamanan. Kesiapan ini vital demi kelancaran dan efektivitas Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Total 1.165 personel gabungan telah disiagakan untuk mengawal arus mudik Lebaran 2026. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Subang. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu memberikan pengamanan maksimal bagi masyarakat.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari, dimulai pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Dengan kesiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman. Tujuan utama adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh pemudik dan warga Subang.

Pengamanan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 difokuskan pada berbagai objek vital di Subang. Area tersebut meliputi masjid dan lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri. Objek wisata juga menjadi prioritas pengamanan untuk menjamin kenyamanan pengunjung.

Selain itu, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, dan stasiun kereta api turut diamankan. Bandara juga termasuk dalam daftar lokasi pengamanan yang menjadi perhatian. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.

Kapolres mengingatkan seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas. Kejahatan konvensional, premanisme, dan balap liar menjadi perhatian utama. Potensi bencana hidrometeorologi juga diantisipasi selama periode mudik Lebaran.

Wilayah Subang memiliki posisi strategis sebagai jalur utama Pantura. Selain itu, Subang juga merupakan jalur alternatif menuju kawasan wisata Bandung dan wilayah selatan Jawa Barat. Kondisi geografis ini berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan yang signifikan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemerintah akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan besar. Kendaraan sumbu tiga ke atas tidak diizinkan melintas di jalur tol maupun arteri. Aturan ini berlaku mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

Rekayasa lalu lintas berupa sistem one way juga akan diterapkan di ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga Tol Semarang–Solo saat arus mudik. Sistem ini akan diberlakukan sebaliknya pada arus balik. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan memastikan kelancaran arus kendaraan pemudik.

Kapolres Subang menekankan pentingnya koordinasi yang solid antar seluruh elemen pengamanan yang terlibat. Sistem pelaporan yang terpusat juga menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Setiap perkembangan situasi di lapangan harus segera dilaporkan.

Laporan harus disampaikan secara cepat, tepat, dan akurat agar pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan sigap. Informasi yang akurat sangat krusial dalam menjaga kamtibmas. Hal ini memungkinkan respons yang efektif terhadap setiap insiden atau perubahan situasi.

Kolaborasi antara Polri, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Subang sangat vital dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026. Sinergi ini memastikan pelaksanaan operasi berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman mudik yang lancar dan nyaman bagi semua.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi