Polres Serang Catat Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas 11 Persen Sepanjang 2025

Polres Serang berhasil mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 11 persen sepanjang tahun 2025, menunjukkan upaya peningkatan keselamatan jalan yang efektif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Serang Catat Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas 11 Persen Sepanjang 2025
Polres Serang berhasil mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 11 persen sepanjang tahun 2025, menunjukkan upaya peningkatan keselamatan jalan yang efektif. (AntaraNews)

Kepolisian Resor (Polres) Serang, Banten, melaporkan adanya penurunan signifikan dalam angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya sepanjang tahun 2025. Penurunan ini mencapai 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, 2024. Data ini menunjukkan hasil positif dari berbagai upaya yang telah dilakukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serang mencatat total 458 kejadian kecelakaan pada tahun 2025, turun dari 507 kasus di tahun 2024. Selain itu, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan sekitar lima persen, yaitu sebanyak 40 orang. Kepala Satlantas Polres Serang, AKP Fery Oktaviari Pratama, menyampaikan data ini di Serang pada hari Jumat.

Evaluasi kepolisian menunjukkan bahwa kendaraan roda dua dan roda enam mendominasi insiden kecelakaan yang terjadi. Mayoritas korban dan pelaku kecelakaan berada dalam rentang usia produktif, yakni 25 hingga 30 tahun. Faktor kesalahan manusia atau human error menjadi penyebab paling menonjol dalam insiden kecelakaan tersebut.

Penurunan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Polres Serang menjadi sorotan utama dalam evaluasi keamanan jalan tahun 2025. Data yang dirilis menunjukkan bahwa jumlah insiden turun dari 507 kasus pada tahun 2024 menjadi 458 kasus di tahun 2025. Angka ini merepresentasikan keberhasilan dalam menekan laju kecelakaan di jalan raya.

AKP Fery Oktaviari Pratama menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari berbagai program pencegahan dan penindakan yang telah dilaksanakan. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat masih adanya korban jiwa. Penurunan jumlah korban meninggal dunia sebesar lima persen juga menjadi indikator positif dari upaya mitigasi risiko.

Kasatlantas Polres Serang menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan lalu lintas yang aman. Ketaatan terhadap peraturan dan peningkatan kesadaran berlalu lintas menjadi kunci utama dalam menjaga tren penurunan ini. Pihak kepolisian akan terus melakukan sosialisasi dan patroli untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Evaluasi mendalam yang dilakukan oleh kepolisian mengungkapkan beberapa faktor utama di balik insiden kecelakaan. Kendaraan roda dua dan roda enam merupakan jenis kendaraan yang paling sering terlibat dalam kecelakaan. Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian khusus terhadap pengemudi kendaraan jenis tersebut.

Faktor kesalahan manusia atau human error diidentifikasi sebagai penyebab paling dominan. Kelalaian, kurangnya konsentrasi, atau pelanggaran rambu lalu lintas seringkali menjadi pemicu kecelakaan. Data ini menegaskan bahwa perilaku pengemudi sangat mempengaruhi tingkat keselamatan di jalan.

Dari sisi demografi, kelompok usia produktif antara 25 hingga 30 tahun menjadi mayoritas korban maupun pelaku kecelakaan. Fakta ini menyoroti perlunya edukasi keselamatan berlalu lintas yang lebih intensif kepada kelompok usia tersebut. Program-program yang menyasar usia produktif dapat membantu mengurangi angka kecelakaan di masa mendatang.

Polres Serang juga mengidentifikasi beberapa lokasi rawan kecelakaan atau black spot di wilayahnya. Mayoritas kejadian kecelakaan terjadi di jalan arteri, yang seringkali memiliki volume lalu lintas tinggi. Kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar juga kerap terjadi di jalan tol, menunjukkan tantangan tersendiri pada jalur cepat.

Selain itu, jalan penghubung antardesa juga menjadi perhatian khusus karena minimnya penerangan jalan umum (PJU). Kondisi ini seringkali menyebabkan kecelakaan terjadi pada malam hari, sehingga meningkatkan risiko bagi pengendara. Peningkatan infrastruktur penerangan di area ini menjadi sangat krusial.

Mengingat kondisi tersebut, AKP Fery Oktaviari Pratama mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengendara diminta untuk memastikan kondisi fisik prima dan mengecek kelayakan kendaraan sebelum bepergian. Kewaspadaan ekstra diperlukan, terutama saat melintas di jalan penghubung antardesa yang minim penerangan pada malam hari.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi