Polres Sarmi Terus Pantau Dampak Gempa M 5,1, Pastikan Keamanan Warga
Polres Sarmi terus memantau laporan dampak gempa magnitudo 5,1 yang mengguncang Sarmi, Papua. Pihak kepolisian memastikan belum ada laporan kerusakan berarti pasca-gempa.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Sarmi, Provinsi Papua, pada Minggu sekitar pukul 13.38 WIT. Peristiwa alam ini secara langsung memicu respons cepat dari Kepolisian Resor Sarmi untuk memantau situasi dan potensi dampak yang mungkin terjadi.
Kepala Polres Sarmi AKBP Ruben Palayukan menyatakan bahwa pihaknya masih terus memonitor perkembangan terkait dampak gempa tersebut. "Anggota sudah diminta monitor namun hingga sampai saat ini belum ada laporan terkait dampak gempa tersebut," kata AKBP Ruben Palayukan dihubungi dari Jayapura, Minggu petang.
Gempa tektonik ini berlokasi di darat, tepatnya sekitar 41 km tenggara Sarmi, dengan kedalaman hiposenter 19 km. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi gempa ini sebagai jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif Memberamo.
Pemantauan Intensif oleh Polres Sarmi
Menyikapi guncangan yang dirasakan, Polres Sarmi segera menginstruksikan seluruh anggotanya untuk melakukan pemantauan menyeluruh. Pemantauan ini mencakup area-area vital dan permukiman warga di seluruh wilayah terdampak gempa bumi.
AKBP Ruben Palayukan mengungkapkan bahwa ia secara pribadi juga merasakan guncangan gempa yang cukup kuat. Ia menambahkan, "Kami masih terus memonitor," menegaskan komitmen pihak kepolisian dalam pengawasan.
Pihak kepolisian terus berkoordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi terkini dan valid mengenai kemungkinan dampak yang timbul.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Warga juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan adanya kerusakan bangunan atau kejadian luar biasa lainnya pasca-gempa.
Karakteristik Gempa dan Estimasi Guncangan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis data detail dan analisis komprehensif mengenai gempa yang terjadi di Sarmi. Episenter gempa tercatat berada pada koordinat 2,21 derajat Lintang Selatan dan 138,86 derajat Bujur Timur.
Analisis mekanisme sumber yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme geser naik (oblique thrust). Kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni 19 km, berkontribusi pada intensitas guncangan yang dirasakan di permukaan.
Berdasarkan estimasi peta guncangan, beberapa wilayah di sekitar Sarmi merasakan dampak dengan skala intensitas yang berbeda. Daerah Tor Atas, Sarmi, merasakan guncangan dengan skala intensitas IV-V MMI, yang berarti getaran dirasakan banyak orang dan benda ringan bergoyang.
Sementara itu, wilayah Sarmi timur dan pantai timur bagian barat, Sarmi, merasakan intensitas IV MMI, di mana pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Kota Sarmi sendiri merasakan intensitas III-IV MMI, dan Burmeso, Kabupaten Mamberamo Raya, dirasakan II-III MMI, yang berarti getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang. BMKG juga secara tegas menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Sumber: AntaraNews