Polisi Tetapkan 15 Tersangka Kasus Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal, Ini Perannya

Jumat, 19 Februari 2021 15:20 Reporter : Nur Habibie
Polisi Tetapkan 15 Tersangka Kasus Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal, Ini Perannya Rilis kasus mafia tanah ibu Dino Patti Djalal. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Polda Metro Jaya kembali menetapkan seorang tersangka atas kasus dugaan penipuan jual-beli rumah yang menimpa Ibu dari mantan Juru Bicara Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal. Sehingga, total sudah ada sebanyak 15 orang.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, penetapan tersangka itu berdasarkan dari tiga laporan yang masing-masing berjumlah lima orang setiap laporan.

"Dari pengungkapan tiga laporan polisi ini ada 15 tersangka yang bisa ditangkap, masing-masing LP ada 5 tersangka. Jadi dari 3 LP ini totalnya adalah 15 tersangka," kata Fadil saat konpers di Polda Metro Jaya, Jumat (19/2).

Peran Masing-Masing Tersangka

Mantan Kapolda Jawa Timur ini menjelaskan, peran masing-masing para tersangka tersebut yaitu ada bertindak sebagai aktor intelektual hingga mengaku sebagai pemilik tanah serta bangunan.

"Dalam melakukan aksinya, kelompok mafia tanah ini berbagi peran, ada yang bertindak selaku aktor intelektual, ada yang bertindak pihak yang menyiapkan saran dan prasarana, ada yang bertindak selaku figur dalam pengertian yang mengaku sebagai pemilik atas tanah dan bangunan," jelasnya.

"Yang keempat adalah ada yang berperan sebagai staff PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan ada yang bertindak sebagai figur pemilik sertifikat tanah," sambungnya.

Dalam melancarkan aksinya itu, para tersangka ini lebih dulu melihat bangunan serta tanah yang dijual oleh sang pemilik tersebut. Kemudian, mereka bekerja sesuai dengan perannya masing-masing.

"Dalam melihat kerja kasus mafia tanah ini, kita harus membedakan tiga klaster kejadian. Yang pertama adalah korban, pemilik sertifikat hak milik sekaligus bangunannya, yang kedua adalah kelompok pelaku mafia tanah dan yang ketiga adalah korban pembeli yang beritikad baik," ungkapnya.

Meski telah mengungkap kasus tersebut, Satgas Mafia Tanah akan terus bekerja dalam melindungi masyarakat sebagai pemilik tanah dan bangunan yang sah.

"Bapak Kapolri sudah memerintahkan agar Satgas tidak pernah ragu untuk mengungkap kasus mafia tanah, siapa pun dalangnya dan siapa pun bekingnya, ini sudah kita buktikan dengan mengungkap siapa pemodalnya, siapa pelaku lapangannya, kemudian siapa yang menyiapkan saran dan prasarana," tegasnya.

Membuka Hotline

Jenderal bintang dua ini menyebut, telah membuka hotline untuk masyarakat yang merasa menjadi korban oleh para mafia tanah.

"Nah untuk menindaklanjuti perintah Bapak Kapolri tersebut dan melindungi masyarakat pemilik tanah, kami membuka hotline Satgas Mafia Tanah Polda Metro Jaya yang bekerja dengan Kementerian ATR/BPN RI. Masyarakat yang dirugikan atau menjadi korban, dapat mengadu ke nomor handphone 0812-817-1998," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini