Polisi Tangkap Pengedit dan Penyebar Video Yel-Yel TNI Hoaks di 3 Lokasi

Jumat, 4 Oktober 2019 19:00 Reporter : Merdeka
Polisi Tangkap Pengedit dan Penyebar Video Yel-Yel TNI Hoaks di 3 Lokasi Polisi tangkap penyebar video yel-yel TNI yang diedit. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Dwi Andika (34) mengedit video yel-yel TNI dan menggabungkan dengan nyanyian suporter bola. Rekaman video editan itu viral di media sosial. Dia pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri lantaran telah menyebarkan hoaks.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan, Dwi Andika membuat sebuah video yang bisa memecah belah TNI dan Polri.

"Tersangka menggabungkan video dan suara. Video di mana pasukan TNI sedang melakukan gerakan Yel-yel. Sementara suara diambil dari rekaman suara yel-yel salah satu suporter bola dalam sebuah pertandingan di stadion," kata Rickynaldo di Mabes Polri, Jumat (4/10/2019).

Rickynaldo menerangkan, rekaman video disebarkan melalui media sosial Facebook dan WhatsApp dan Telegram. Salah satunya di Facebook milik tersangka dengan nama Andika Phe-toys Betawie Gandul.

Selain memposting, tersangka juga menuliskan keterangan sebagai berikut "Saya tau yg dimaksud bapak TNI ini macannya jadi kucing...😁 Meong...meong..meong.."

Rickynaldo menyebut, sejauh ini motifnya sekedar mencari perhatian. "Pelaku menyebarkan video yel-yel TNI tersebut dalam akun media sosial karena merasa terbawa suasana dan ingin mencari perhatian netizen, agar postingannya tersebut banyak tanggapan dan komentar dari netizen," ujar dia.

Tak cuma itu, Dit Siber Bareskrim Polri bekerja sama dengan Polda Jabar dan Polda Jatim juga berhasil menangkap pemilik akun media sosial yang menyebarluaskan video tersebut.

"Polda Jabar menangkap pemilik akun Facebook dengan Marrio Marrianto Rossoneri. Sedangkan Polda Jatim menangkap pemilik akun Facebook Rohman Abd," ujar dia.

Rickynaldo menjelaskan, para tersangka dijerat Pasal 27 ayat (3), dan atau Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 (1) UU no.1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan/atau Pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 208 KUHP.

"Ancaman pidana hukuman 9 tahun Penjara," tutup dia. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini