Polisi Gunakan Sketsa Wajah Ungkap Identitas Pencuri Uang Takziah di Jakarta Timur
Kepolisian terus berupaya mengungkap identitas perempuan terduga pencuri uang takziah di Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan memanfaatkan sketsa wajah berdasarkan keterangan saksi. Kasus sketsa wajah pencuri uang takziah ini menjadi sorotan publik dan meni
Polres Metro Jakarta Timur tengah gencar melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas seorang perempuan yang diduga kuat terlibat dalam kasus pencurian uang takziah. Kejadian ini berlangsung di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, dan telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Pihak kepolisian mengandalkan sketsa wajah sebagai salah satu metode utama dalam upaya identifikasi pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, Fadoli, mengonfirmasi bahwa proses identifikasi masih terus berjalan intensif. Meskipun identifikasi belum mencapai hasil maksimal, penggunaan sketsa wajah dari keterangan saksi menjadi langkah awal yang krusial. Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk menemukan titik terang dalam kasus ini.
Peristiwa pencurian ini menjadi perhatian publik setelah video terkait pelaku sempat viral di media sosial, memicu kepolisian untuk bertindak cepat. Hingga saat ini, pelaku belum berhasil diamankan, namun upaya penelusuran terus digencarkan. Polisi bertekad untuk segera menangkap pelaku yang meresahkan ini.
Penyelidikan Polisi dengan Sketsa Wajah
Dalam upaya mengungkap identitas pelaku pencurian uang takziah, penyidik Polsek Kramat Jati fokus pada penggunaan sketsa wajah. Sketsa ini dibuat berdasarkan deskripsi yang diberikan oleh saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Metode ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku dan membantu masyarakat mengenali sosok yang dicari.
Meskipun telah beredar informasi awal mengenai kemungkinan alamat pelaku di Palembang, hal tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Informasi yang diterima sebelumnya juga seringkali tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga polisi harus sangat berhati-hati. Penyelidikan sketsa wajah pencuri uang takziah ini membutuhkan ketelitian tinggi.
Fadoli menjelaskan bahwa polisi terus mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat untuk mendukung proses identifikasi. Namun, beberapa petunjuk yang datang ternyata tidak akurat, memperlambat proses penangkapan. Polisi berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang valid dan membantu mengungkap kasus ini.
Modus Operandi dan Jejak Pelaku
Pelaku diduga kuat telah melakukan tindakan serupa di dua lokasi berbeda sebelumnya, menunjukkan pola kejahatan yang terorganisir. Modus operandi yang digunakan selalu sama, yakni berpura-pura melayat di rumah duka untuk kemudian mencuri uang takziah. Ini menjadikan kasus pencurian uang takziah di Kramat Jati sebagai kejadian ketiga dengan pelaku yang sama.
Dua insiden sebelumnya terjadi di Jalan Damai, Lubang Buaya pada 22 Desember 2025, dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026. Dalam setiap kejadian, pelaku memanfaatkan suasana duka dan kelengahan keluarga atau pelayat. Polisi mengonfirmasi bahwa kasus dan pelakunya memang identik.
Pelaku masuk ke rumah duka dengan berpura-pura mengenal keluarga almarhum, berbaur dengan pelayat lain agar tidak menimbulkan kecurigaan. Saat kondisi lengah, pelaku mengambil amplop sumbangan takziah yang belum dihitung. Tindakan ini menunjukkan keberanian dan perencanaan dari pihak pelaku.
Kendala dan Upaya Penegakan Hukum
Salah satu kendala dalam kasus ini adalah jumlah uang takziah yang dicuri belum dapat dipastikan secara akurat. Amplop sumbangan dari warga belum sempat dibuka dan dihitung oleh pihak keluarga korban. Hal ini membuat kerugian materiil sulit diukur, meskipun tindakan pencurian itu sendiri sudah merupakan pelanggaran hukum.
Penyidik kini sedang mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dari tiga lokasi kejadian yang berbeda. Rekaman CCTV dari rumah duka di Jalan Dukuh IV, Kramat Jati, pada Senin (2/3) menunjukkan pelaku melarikan diri setelah melancarkan aksinya. Bukti visual ini sangat penting untuk mengidentifikasi sketsa wajah pencuri uang takziah.
Kasus ini menjadi viral setelah diunggah di media sosial Instagram @info_cipayung, meningkatkan kesadaran publik terhadap modus kejahatan semacam ini. Polisi berharap dengan bantuan masyarakat dan bukti yang terkumpul, pelaku dapat segera ditangkap. Upaya penegakan hukum terus dilakukan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Sumber: AntaraNews