Polisi Dalami Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus

Polda Metro Jaya tengah mendalami kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, sebuah insiden yang dikecam sebagai upaya pembungkaman HAM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Dalami Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus
Polda Metro Jaya berhasil mengungkap motif pembunuhan Depok yang jasadnya ditemukan mengering. Pelaku, suami siri korban, sakit hati setelah diusir dari rumah. Apa pemicu sebenarnya? (AntaraNews)

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat pada Jumat malam. Peristiwa nahas ini terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Polda Metro Jaya kini tengah mendalami kasus serius yang menyasar pembela hak asasi manusia tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat sedang menyelidiki insiden ini. Penyelidikan mencakup pendalaman saksi-saksi di lokasi kejadian (TKP) untuk mengungkap identitas pelaku. Pihak kepolisian mengecam tindakan kekerasan tersebut dan berharap pelaku segera tertangkap.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi kejadian tersebut meskipun laporan resmi dari korban belum diterima. Polisi berupaya mengidentifikasi pelaku melalui metode penyelidikan ilmiah (scientific investigation). KontraS mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras ini.

Peristiwa penyiraman air keras ini terjadi sekitar pukul 23.37 WIB, saat Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor tiba-tiba mendekati korban. Mereka kemudian menyiramkan cairan kimia berbahaya tersebut sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Akibat serangan brutal ini, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya. Cairan air keras juga mengenai bagian mata, menyebabkan gangguan pada penglihatan korban. Andrie segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa Andrie diserang setelah membahas topik militerisme dan judicial review Undang-Undang TNI. Serangan ini dianggap sebagai bentuk kekerasan serius terhadap pembela hak asasi manusia. KontraS menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

KontraS secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Mereka menilai insiden ini sebagai upaya nyata untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat. Terutama bagi mereka yang aktif dalam pembelaan hak asasi manusia di Indonesia.

Menurut Dimas Bagus Arya, serangan semacam ini menciptakan iklim ketakutan bagi para aktivis HAM. Oleh karena itu, respons cepat dan tegas dari kepolisian sangat dibutuhkan untuk memastikan keadilan. Ini juga penting untuk melindungi ruang gerak pembela HAM dari ancaman serupa di masa depan.

Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius. Penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat diharapkan dapat segera mengungkap motif dan identitas pelaku. Pihak kepolisian berjanji akan bekerja keras untuk menangkap para pelaku dan membawa mereka ke meja hijau.

AKBP Roby Heri Saputra menambahkan bahwa meskipun belum ada laporan resmi dari korban, proses penyelidikan tetap berjalan. Penggunaan scientific investigation menunjukkan keseriusan polisi dalam mengumpulkan bukti. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaku tidak dapat mengelak dari pertanggungjawaban hukum.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi