Kasubdit unit 1 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Niko Purba menyambangi RSUD Tarakan, Cideng Jakarta Pusat, Sabtu malam (5/5). Pantauan merdeka.com, Niko datang bersama penyidik Jatanras sekitar pukul 19.45 WIB dan langsung mengecek ke ruang CCTV pihak keamanan rumah sakit.
Niko mengecek proses masuknya dua anak ke RSUD Tarakan berinisial MJ (12) dan MRS (10) yang meninggal pada kejadian pengambilan sembako di Monas, Sabtu (29/4) lalu.
"Kami ingin melihat CCTV, tidak harus merekam. Kami hanya ingin melihat CCTV saat koban di rumah sakit. untuk menelusuri jam tiba korban dan kapan korban meninggal," ucap di RSUD Tarakan, Sabtu, (5/5).
Sementara, ayah MJ (12) bernama Djunaidi mengikhlaskan kepergian sang buah hati. Djunaidi tak ingin melanjutkan kejadian ini ke ranah hukum.
"Kalau saya sebagai orang tua serta istri dan keluarga besar sudah mengikhlaskan. Mungkin ini sudah jalan Allah, sudah jalannya, saya ikhlas," kataJunaidi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5).
Sementara untuk ibunda MRS (10) yakni Komariah melanjutkan ke ranah hukum. Ditemani kuasa hukumnya M. Fayyadd dia menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi laporan yang telah dilimpahkan dari Bareskrim Polri. Laporan ini untuk mengusut kejadian meninggalnya sang buah hati.
"Undanganya hanya untuk klarifikasi saja mungkin ini saya perlihatkan undangnya. Ini terkait pelaporan kemarin di bareskrim karena," kata Fayyadh di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5).
Dia menambahkan, kasus ini akan di tangani unit satu Jatanras Polda Metro Jaya. Saat ini pun Fayyadh masih berada di Direktorat Kriminal Umum Polda untuk memberi keterangan.
"Disini juga sudah ada surat pelimpahan dari bareskrim jadi yang menangani adalah polda unit 1 jatanras," ucapnya.