Polisi cari bukti ungkap penyebab kebakaran 7 rumah di Yogyakarta
Merdeka.com - Petugas Polres Sleman diterjunkan kembali untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tujuh lokasi rumah yang dibakar oleh orang tak dikenal di wilayah Godean dan Gamping, Senin (6/2) siang. Dalam olah TKP tersebut, Tim Inafis diturunkan untuk mengidentifikasi di lokasi kebakaran.
Berdasarkan pengamatan merdeka.com di lapangan, sejak pagi, sebanyak tujuh lokasi didatangi tim Polres Sleman. Di masing-masing lokasi, tim Inafis mengambil beberapa sampel benda yang terbakar.
Menurut Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi, tim Inafis Polres Sleman didatangkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Tim diterjunkan untuk mencari bukti-bukti terkait penyebab kebakaran.
"Kasus ini ditangani oleh Polres Sleman. Polsek Gamping membantu dengan meminta keterangan saksi-saksi dari tempat kejadian," jelas Herwin saat ditemui di lokasi kebakaran.
Herwin menambahkan bahwa di wilayah Gamping terdapat empat lokasi yang terbakar. Dua lokasi di Mejing yakni tempat penyimpanan kayu milik Andri Purwadi di Mejing Lor, Ambarketawang Gamping, Sleman, Gudang milik Putut Wiryawan, di Menjing Kidul, Ambarketawang, Gamping. Dua lainnya di Rumah Purnomo Ambarketawang, Gamping dan gudang rosok di Patukan, Ambarketawang Gamping.
"Pasca kejadian, kami terus meningkatkan patroli di wilayah Polsek Gamping. Hal ini dilakukan untuk menghindarinya peristiwa serupa di wilayah Gamping," pungkas Herwin.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY , Kombes Pol Frans Tjahyono mengatakan, laporan yang masuk kepada dirinya ada 8 titik terjadinya dibakarnya rumah oleh orang tidak dikenal. 8 lokasi itu masih berada di wilayah Rewulu Wetan, Sidokarto, Godean dan Mejing, Ambarketawang, Gamping.
"Laporan dari Kasatreskrim Polres Sleman ada 8 lokasi. 4 di Godean dan 4 di Gamping. Semuanya saat ini masih terus ditangani oleh Polres Sleman," ujar Frans saat dihubungi.
Frans menuturkan bahwa saat ini rentetan kebakaran yang dilakukan oleh orang tak dikenal itu masih terus didalami dan belum mencapai kesimpulan akhir. Pagi tadi, sambung Frans, Polres Sleman dan tim Inafis telah melakukan olah TKP ulang dan mengambil beberapa sampel dari sisa kebakaran.
"Polres Sleman baru mendalami kesaksian. Mengenai adanya unsur kesengajaan, belum bisa diketahui. Terkait motif baru bisa diketahui setelah pelakunya tertangkap," ungkap Frans.
Frans menambahkan meskipun ada saksi yang melihat orang mencurigakan sebelum terjadinya kebakaran di beberapa lokasi, namun pihak kepolisian belum menyimpulkan hasil penyelidikannya. Semua keterangan saksi, lanjut Frans masih terus didalami dan dipelajari oleh tim Polres Sleman.
"Sementara ini antara rumah yang satu dengan yang lainnya masih acak. Sebab antara rumah dan korban sementara tidak ada keterkaitan. Sehingga belum mengerucut," jelas Frans.
Menanggapi rentetan aksi pembakaran rumah yang dilakukan olehborang tak dikenal, Frans meminta kepada masyarakat untuk tidak resah terkait kejadian ini. Sebab polisi tengah bekerja keras untuk mengungkap kasus 8 rumah terbakar secara beruntun.
"Percayakan sepenuhnya kepada penegak hukum aparat untuk menangani masalah ini. Sehingga harus sesuai ketentuan hukum yang ada. Jangan berlebihan berspekulasi termasuk mengkaitkan dengan adanya teror di masyarakat," pungkas Frans.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada tujuh rumah di wilayah Rewulu, Sidokarto, Godean dan Mejing, Ambarketawang, Gamping yang dibakar orang tak dikenal. Sedikitnya tiga rumah di daerah Rewulu, Sidokarto, Godean dibakar dan empat rumah di daerah Mejing Kidul dan Mejing Lor juga dibakar oleh orang tak dikenal. Hingga saat ini petugas Polres Sleman masih terus berusaha untuk mengungkap kasus pembakaran sejumlah rumah tersebut. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya