Cara memasak tiga menu sekaligus dengan satu kompor menjadi solusi praktis bagi banyak orang yang ingin menyiapkan makanan lebih cepat tanpa harus memiliki dapur dengan banyak tungku. Dengan pengaturan yang tepat, satu kompor saja sudah cukup untuk menghasilkan beberapa hidangan dalam waktu yang hampir bersamaan.
Memasak secara efisien tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membantu menekan penggunaan gas LPG. Teknik ini sangat berguna bagi keluarga kecil, penghuni kos, maupun mereka yang memiliki dapur minimalis dengan peralatan terbatas. Kuncinya bukan pada banyaknya alat, melainkan bagaimana mengatur urutan memasak dan memanfaatkan panas secara maksimal.
Selain itu, penggunaan panci bertingkat, kukusan, hingga pemilihan menu yang tepat dapat membuat proses memasak jauh lebih efektif. Lantas, bagaimana saja cara memasak tiga menu sekaligus dengan satu kompor ini? Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (4/8), berikut delapan cara yang bisa diterapkan agar tiga menu dapat matang hampir bersamaan hanya dengan mengandalkan satu kompor.
Advertisement
1. Tentukan Menu yang Memiliki Waktu Masak Hampir Sama
Langkah pertama dalam cara memasak tiga menu sekaligus dengan satu kompor adalah memilih hidangan yang memiliki waktu memasak relatif seimbang. Sebagai contoh, Anda bisa mengombinasikan nasi, ayam kukus, dan sayuran kukus karena ketiganya dapat dimasak dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.
Sebaliknya, menggabungkan menu yang membutuhkan waktu sangat lama dengan makanan yang cepat matang justru membuat proses memasak menjadi kurang efektif. Anda akan lebih sering membuka tutup panci atau memindahkan peralatan sehingga waktu dan energi menjadi terbuang.
Sebelum menyalakan kompor, buatlah daftar menu beserta urutan pengerjaannya. Cara sederhana ini membantu Anda memperkirakan kapan setiap bahan harus dimasukkan dan kapan menu tertentu harus diangkat.
Dengan perencanaan yang matang, semua hidangan dapat selesai hampir bersamaan tanpa ada yang terlalu matang atau masih mentah. Selain itu, penggunaan gas juga menjadi lebih efisien karena kompor bekerja tanpa jeda yang tidak diperlukan.
Advertisement
2. Manfaatkan Kukusan Bertingkat
Kukusan bertingkat menjadi salah satu peralatan yang paling efektif jika Anda ingin memasak beberapa menu hanya dengan satu sumber panas. Bagian paling bawah dapat digunakan untuk mengukus ayam, ikan, atau kentang yang membutuhkan waktu lebih lama.
Sementara itu, rak bagian atas bisa dimanfaatkan untuk mengukus tahu, tempe, telur, hingga berbagai jenis sayuran yang lebih cepat matang. Dengan cara ini, satu nyala api mampu menghasilkan beberapa hidangan sekaligus.
Selain menghemat penggunaan gas, metode mengukus juga dikenal lebih sehat karena tidak membutuhkan banyak minyak. Kandungan nutrisi pada sayuran pun cenderung lebih terjaga dibandingkan proses memasak dengan suhu tinggi dalam waktu lama.
Agar rasa setiap makanan tetap terpisah, letakkan bahan yang beraroma tajam pada tingkat paling bawah sehingga uapnya tidak memengaruhi bahan lain. Teknik sederhana ini membuat proses memasak menjadi lebih praktis sekaligus efisien.
Advertisement
3. Gunakan Panci Bertingkat atau Multi Pot
Selain kukusan, panci bertingkat atau multi pot juga dapat menjadi investasi yang sangat berguna untuk dapur dengan satu kompor. Peralatan ini dirancang agar beberapa jenis makanan dapat dimasak secara bersamaan dalam wadah yang berbeda.
Misalnya, bagian bawah digunakan untuk merebus sup, sedangkan bagian atas dipakai mengukus kentang, jagung, atau telur. Seluruh proses berlangsung dengan memanfaatkan panas dari api yang sama.
Keunggulan lain dari panci bertingkat adalah distribusi panas yang lebih merata sehingga waktu memasak menjadi lebih singkat. Anda tidak perlu menunggu satu masakan selesai lebih dulu sebelum mulai memasak menu berikutnya.
Selain menghemat waktu, penggunaan alat seperti ini juga membantu mengurangi jumlah peralatan yang harus dicuci setelah memasak selesai. Bagi keluarga yang memiliki aktivitas padat, cara ini dapat membuat rutinitas memasak menjadi jauh lebih ringan.
Advertisement
4. Siapkan Semua Bahan Sebelum Kompor Dinyalakan
Salah satu kebiasaan yang sering membuat proses memasak menjadi lebih lama adalah menyiapkan bahan setelah kompor sudah menyala. Akibatnya, api terus menyala sementara Anda masih sibuk mencuci sayuran, memotong bawang, atau mencari bumbu yang diperlukan. Selain membuang waktu, kondisi ini juga membuat konsumsi gas menjadi lebih boros karena panas tidak langsung dimanfaatkan untuk memasak makanan.
Agar lebih efisien, biasakan menerapkan konsep mise en place atau menyiapkan seluruh bahan sebelum mulai memasak. Cuci dan potong semua sayuran, marinasi lauk jika diperlukan, lalu letakkan bumbu yang sudah dihaluskan dalam wadah terpisah.
Dengan begitu, ketika kompor dinyalakan Anda tinggal memasukkan bahan sesuai urutan tanpa harus menghentikan proses memasak. Cara ini juga membuat dapur terasa lebih rapi dan meminimalkan risiko ada bahan yang tertinggal.
Advertisement
5. Susun Urutan Memasak Berdasarkan Lama Prosesnya
Mengatur urutan memasak merupakan kunci agar tiga menu bisa matang hampir bersamaan. Mulailah dengan hidangan yang membutuhkan waktu paling lama, seperti menanak nasi, merebus kaldu, atau memasak daging hingga empuk. Selama proses tersebut berlangsung, Anda dapat memanfaatkan uap panas untuk mengukus lauk maupun sayuran sehingga tidak ada energi yang terbuang percuma.
Ketika menu utama hampir matang, barulah masak hidangan yang membutuhkan waktu singkat, misalnya tumis sayuran atau membuat telur dadar. Dengan strategi ini, semua makanan dapat selesai dalam waktu yang berdekatan sehingga tidak ada menu yang terlanjur dingin saat yang lain masih dimasak. Selain lebih praktis, pengaturan urutan memasak juga membantu Anda bekerja lebih tenang karena setiap tahap sudah direncanakan sejak awal.
Advertisement
6. Tutup Panci Selama Memasak agar Panas Tetap Stabil
Kebiasaan sederhana seperti menutup panci saat memasak ternyata memiliki pengaruh besar terhadap efisiensi penggunaan gas. Tutup panci membantu menjaga panas tetap berada di dalam wadah sehingga suhu memasak lebih cepat meningkat. Akibatnya, makanan bisa matang lebih cepat dibandingkan jika panci dibiarkan terbuka sepanjang proses memasak.
Selain mempercepat waktu memasak, suhu yang stabil juga membuat hasil masakan lebih merata. Daging menjadi lebih cepat empuk, air lebih cepat mendidih, dan sayuran matang tanpa perlu dimasak terlalu lama.
Sebaiknya hindari terlalu sering membuka tutup panci hanya untuk memeriksa kondisi makanan karena setiap kali tutup dibuka, panas akan keluar dan proses memasak menjadi lebih lama. Kebiasaan kecil ini mungkin terlihat sepele, tetapi dalam jangka panjang dapat membantu menghemat penggunaan gas setiap hari.
Advertisement
7. Pilih Peralatan Masak yang Menghantarkan Panas dengan Baik
Pemilihan peralatan masak juga berperan penting dalam cara memasak tiga menu sekaligus dengan satu kompor. Panci atau wajan yang terbuat dari bahan berkualitas, seperti aluminium tebal, stainless steel, atau besi cor berlapis, umumnya mampu menghantarkan panas dengan lebih merata.
Distribusi panas yang baik membuat makanan matang lebih cepat tanpa harus menggunakan api yang terlalu besar. Selain itu, risiko makanan gosong di satu sisi sementara bagian lainnya masih mentah juga dapat dikurangi.
Perhatikan pula kondisi dasar panci yang digunakan. Panci dengan bagian bawah yang rata akan bersentuhan sempurna dengan tungku sehingga panas dapat tersalurkan secara maksimal.
Sebaliknya, panci yang sudah penyok atau melengkung membuat panas tidak tersebar merata dan waktu memasak menjadi lebih lama. Menggunakan peralatan yang sesuai bukan hanya membantu menghemat gas, tetapi juga membuat hasil masakan lebih konsisten dan proses memasak terasa lebih nyaman.
Advertisement
8. Manfaatkan Sisa Panas Setelah Api Dimatikan
Banyak orang langsung mengangkat panci begitu api dimatikan, padahal masih ada panas yang tersimpan di dalam peralatan masak. Panas sisa ini sebenarnya masih dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan proses memasak beberapa jenis makanan. Sayuran hijau, telur rebus, mi, hingga makanan yang sedang dikukus umumnya tetap akan matang sempurna meski api sudah dimatikan beberapa menit sebelumnya.
Teknik memanfaatkan panas sisa sangat berguna untuk menghemat penggunaan gas tanpa mengurangi kualitas masakan. Anda hanya perlu memperkirakan waktu yang tepat untuk mematikan api, yaitu ketika makanan sudah hampir matang. Setelah itu, biarkan panci tetap tertutup agar panas tidak cepat keluar. Cara sederhana ini sering diterapkan oleh banyak orang untuk membuat proses memasak lebih hemat energi sekaligus menjaga tekstur makanan agar tidak terlalu matang.
Advertisement
Tanya & Jawab Seputar Cara Memasak Tiga Menu Sekaligus dengan Satu Kompor
1. Apakah benar satu kompor bisa digunakan untuk memasak tiga menu sekaligus?
Bisa. Dengan mengatur urutan memasak serta memanfaatkan kukusan atau panci bertingkat, tiga menu dapat dimasak dalam waktu yang hampir bersamaan.
2. Apa alat yang paling membantu untuk memasak beberapa menu sekaligus?
Kukusan bertingkat, panci bertingkat (multi pot), dan panci berukuran besar yang dapat dimanfaatkan untuk mengukus menjadi pilihan yang paling praktis.
3. Apakah cara ini benar-benar dapat menghemat gas?
Ya. Memanfaatkan satu sumber panas untuk beberapa jenis masakan membuat penggunaan gas lebih efisien dibandingkan memasak satu per satu.
4. Menu apa saja yang cocok dimasak bersamaan?
Kombinasi nasi, ayam atau ikan kukus, telur, tahu, tempe, sup, dan sayuran merupakan pilihan yang mudah dimasak secara bersamaan menggunakan satu kompor.
5. Apakah teknik ini cocok diterapkan di dapur kecil?
Sangat cocok. Justru dapur dengan ruang terbatas akan lebih terbantu karena tidak memerlukan banyak tungku atau peralatan memasak.