Polemik 'Pindah Tangan' 4 Pulau Aceh ke Sumut kian Panas, Tito Bakal Rapat Khusus dengan Muzakir, Bobby hingga Tokoh
Bima Arya mengaku polemik kepemilikan empat pulau antara Aceh dan Sumut disikapi dengan serius oleh Kemendagri.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkapkan akan ada rapat khusus membahas polemik kepemilikan empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Rapat diagendakan mulai Selasa-Rabu dan akan dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Bima Arya mengaku polemik kepemilikan empat pulau antara Aceh dan Sumut disikapi dengan serius oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia mengaku sengketa empat pulau tersebut sudah lama terjadi.
"Memang persoalan ini sudah lama sekali menjadi sengketa dan menjadi perhatian, baik dari warga Aceh maupun Sumatera Utara. Nah, karena itu, harus betul betul hati hati mengumpulkan berbagai macam informasi data data dan fakta-fakta dari semua," ujarnya kepada wartawan di Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Jumat (13/6).
Karena dianggap penting, kata Bima, Mendagri Tito Karnavian akan mengundang sejumlah pihak untuk hadir dalam Rapat Khusus yang rencananya akan digelar Selasa-Rabu. Mantan Wali Kota Bogor ini menegaskan posisi Mendagri yakni Ketua Tim Nasional Penamaan Rupa Bumi.
"Karena itu Pak Mendagri yang secara undang undang memimpin menjadi ketua dari tim nasional penamaan rupa bumi. Dan di sini ditentukan nama-nama pulau, kemudian secara legal batas batas wilayah," tuturnya.
"Karena itu pak mendagri diagendakan, hari selasa akan mengadakan rapat khusus, mengundang semua termasuk tim rupa bumi ini, kementerian terkait. Misalnya ada Kementerian Kelautan, Badan Informasi Geopasial di sini. Semua akan diundang, dikumpulkan," imbuhnya.
Nantinya dalam rapat khusus tersebut, Mendagri Tito Karnavian akan mendengarkan masukan dari semua pihak termasuk tokoh Aceh dan Sumut.
"Kemudian, hari Rabu pak mendagri akan mengundang berdialog, para tokoh-tokoh dan pemimpin di provinsi Sumut, Aceh dan Tapanuli Utara, Aceh Singkil untuk dimintai pandangan pandangannya," kata dia.
"Jadi hari Selasa, (Rapat Khusus) tim rupa bumi dan unsur internal kemendagri. Dan hari Rabu, pemimpin dan tokoh masyarakat di Aceh dan Sumut," imbuhnya.
Arya Bima menyebut masalah tapal batas daerah tidak hanya terjadi antara Aceh dan Sumut. Untuk itu, Kemendagri sedang mengumpulkan data geografis, historis, dan kultural.
"Ini yang memakan waktu lama sebenarnya. Proses dialog itu penting untuk mengumpulkan semua perspektif dan data-data. Artinya tidak ada kepentingan sama sekali, tidak ada faktor faktor lain, kecuali semuanya dikembalikan lagi kepada data data, fakta fakta, didengarkan semua dan diputuskan secara hukum," ucapnya.