PKS Serukan Indonesia Berdiri di Garda Terdepan Hentikan Agresi Israel

Ia menyoroti bahwa serangan paling mencolok terjadi pada Selasa (9/9), ketika jet tempur Israel membombardir wilayah Doha.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
PKS Serukan Indonesia Berdiri di Garda Terdepan Hentikan Agresi Israel
Di samping Menara Mushtaha terdapat Kamp Kteiba, salah satu kamp pengungsian terbesar di Kota Gaza yang menampung puluhan ribu warga. (Omar AL-QATTAA/AFP) (@ 2025 merdeka.com)

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), melalui Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri, mengutuk keras rentetan serangan militer yang dilancarkan Israel dalam dua hari terakhir ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, Qatar, Suriah, Lebanon, Tunisia, dan Gaza.

Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri DPP PKS, Syahrul Aidi Maazat, menyatakan bahwa tindakan militer Israel merupakan bentuk ancaman nyata terhadap keamanan dan perdamaian di kawasan tersebut.

"Serangan Israel ke Qatar dan negara-negara lain bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam stabilitas kawasan dan perdamaian dunia. PKS memandang ini sebagai agresi militer yang harus dihentikan segera," kata Syahrul Aidi dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (10/9).

Ia menyoroti bahwa serangan paling mencolok terjadi pada Selasa (9/9), ketika jet tempur Israel membombardir wilayah Doha, ibu kota Qatar, dengan sasaran para tokoh Hamas yang sedang melakukan perundingan gencatan senjata.

Insiden tersebut menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai sejumlah warga sipil. Pemerintah Qatar dengan cepat mengecam serangan tersebut sebagai tindakan brutal dan pelanggaran atas kedaulatan negaranya.

Selain Qatar, agresi Israel juga ditujukan ke wilayah strategis di Suriah, termasuk kota Latakia, Homs, dan Palmyra, yang diketahui memiliki fasilitas militer dan pertahanan udara penting.

Di Lebanon, serangan drone dilaporkan mengenai kendaraan yang mengangkut anggota kelompok Hezbollah di dekat kawasan Jiyyeh, selatan Beirut. Beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Sementara itu, di perairan internasional yang berbatasan dengan Tunisia, pasukan Israel menyerang kapal Global Sumud Flotilla. Di Jalur Gaza, serangan udara dan darat kembali mengguncang distrik Rimal, memicu eksodus ribuan warga ke zona kemanusiaan demi menghindari korban lebih lanjut.

Melihat eskalasi tersebut, PKS mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam dan mengambil posisi yang jelas serta vokal di berbagai forum internasional.

"Pemerintah Indonesia harus memberikan sikap keras serangan Israel terhadap Qatar, Suriah, Lebanon, dan Gaza melalui forum PBB dan OKI meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret untuk menghentikan agresi Israel dan melindungi kedaulatan negara-negara yang diserang," ujar Syahrul Aidi.

"Seluruh elemen bangsa Indonesia harus melakukan tindakan lebih aktif menggalang dukungan diplomatik bersama negara-negara ASEAN, OKI, parlemen dunia dan Gerakan Non-Blok untuk menekan Israel serta memperkuat bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan masyarakat sipil yang terdampak di Qatar, Suriah, dan Lebanon," tambahnya.

Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul menegaskan Indonesia, berdasarkan amanat konstitusi, tidak boleh bersikap netral terhadap pelanggaran kemanusiaan dan kedaulatan yang terjadi.

"Indonesia tidak boleh bersikap netral terhadap pelanggaran kedaulatan dan kemanusiaan ini. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dan pendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia harus berdiri di garda terdepan membela keadilan dan perdamaian,” ujar lulusan Universitas Al Azhar, Mesir, itu.

PKS menyatakan akan terus konsisten dalam perjuangan diplomasi internasional demi membela rakyat Palestina, serta mendorong upaya penghentian agresi Israel di kawasan Timur Tengah.

Rekomendasi