Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah meresmikan kerja sama penting dalam upaya percepatan pembangunan daerah. Penandatanganan perjanjian pemberian pinjaman daerah senilai Rp400 miliar dilakukan dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) di Tanjungpinang pada Jumat (06/03/2026).
Langkah strategis ini diambil oleh Pemprov Kepri untuk memperkuat pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa Pinjaman Daerah Kepri ini akan dialokasikan untuk mendanai berbagai proyek infrastruktur vital di seluruh kabupaten/kota se-Kepri.
Pinjaman ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana, sekaligus menjaga stabilitas fiskal daerah. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemprov Kepri dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pembangunan Infrastruktur Strategis di Kepri
Pinjaman daerah sebesar Rp400 miliar ini akan menyokong total 41 kegiatan strategis di berbagai sektor. Proyek-proyek ini mencakup pembangunan jalan, jembatan, hingga pelabuhan yang tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Selain proyek-proyek infrastruktur umum, Pinjaman Daerah Kepri ini juga akan mendanai dua proyek besar yang menjadi prioritas. Proyek tersebut adalah pembangunan Monumen Bahasa Pulau Penyengat dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib di Kota Tanjungpinang.
Gubernur Ansar Ahmad menyatakan bahwa seluruh proyek yang didanai melalui skema pinjaman ini akan segera memasuki tahap lelang. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan manajemen konstruksi dan pelaksanaan fisik di lapangan, memastikan pengerjaan yang efisien dan tepat waktu.
Advertisement
- Daftar Proyek Strategis yang Didanai Pinjaman Daerah Kepri:
- Pembangunan jalan
- Pembangunan jembatan
- Pembangunan pelabuhan
- Monumen Bahasa Pulau Penyengat
- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib di Kota Tanjungpinang
Advertisement
Komitmen Pengembalian dan Potensi Kerja Sama Lanjutan
Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen penuh untuk mengembalikan Pinjaman Daerah Kepri senilai Rp400 miliar ini dalam kurun waktu tiga tahun. Pengembalian pinjaman ini ditargetkan tuntas hingga berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri dengan suku bunga 7,75 persen.
Komitmen pengembalian ini menunjukkan prinsip kehati-hatian Pemprov Kepri dalam mengelola keuangan daerah dan menjaga stabilitas fiskal. Seluruh program pembangunan akan tetap berjalan seiring dengan upaya pengelolaan utang yang bertanggung jawab.
Gubernur Ansar juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pemprov Kepri dan Bank BJB di masa mendatang. Salah satu bentuk kerja sama yang diharapkan adalah dukungan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tahunan dari Bank BJB.
Advertisement
Kontribusi sosial melalui program CSR diharapkan dapat menambah kekuatan anggaran daerah, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau. Kerja sama yang sinergis ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi pembangunan dan kemajuan daerah.
Sumber: AntaraNews