Jarum infus masih menembus kulit tangan mungil Amalia Husna, di atas ranjang darurat di GOR Kecamatan Cipongkor, kala kebanyakan ranjang lainnya telah mulai lengang. Selain, anak cantik usia 5 tahun itu, yang masih dirawat di sana cuma tinggal 5 orang.
"Mamah ayo pulang," ucap dia dalam Bahasa Ibunya, sembari terbaring lemas.
Sang ibunda, Nining mengatakan putrinya itu dibawa ke posko sekitar pukul 01.30 Wib dini hari. Itu menyusul demam tinggi yang diderita Amalia sejak magrib pada Selasa (22/9).
"Demamnya sampai 36. Enggak ada muntah, cuma sakit perut dan demam," tutur dia.
Ia mengatakan gejala itu timbul usai putrinya turut mengkonsumsi hidangan pada (MBG). Ia sendiri melihat langsung saat anaknya menyantap ayam kecap, yang tak lain salah satu varian menu pada paket tersebut.
"Isinya ada sayur, nasi, sama daging. Yang dimakan dagingnnya saja," ucap Nining.
Advertisement
Tak Ada Gejala Mencurigakan
Ia mengaku heran sebab tak ada tanda mencurigakan dari santapan itu seperti bau tak sedap. Selain itu, selama sepekan, mendapat jatah MBG, anaknya dalam kondisi baik-baik saja.
Nining hanya, pasrah dan berdoa akan kondisi anaknya. Ia sendiri tak ingin menyalahkan pihak mana pun.
"Yah berharap mah karena ini program ya dan masyarakat hanya sebagai penerima, yah minta diperbaiki saja. Enggak ada yang mau kena musibah seperti ini," katanya.
Terlihat, Amalia juga menjadi salah satu pasien yang menarik simpati Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, saat meninjau lokasi. Tampak ia Duduk di samping ranjang Amalia.
Sementara itu, salah seorang petugas posko, mengatakan bahwa Amalia Husna merupakan satu-satunya anak berusia lima tahun. Amalia merupakan siswa PAUD.
"Iya memang ini paling kecil. Yang lainnya mah SD," ujar dr Yani, petugas posko di kecamatan.
Per pukul 06.00 Wib pagi, petugas mencatat sebanyak 346 orang terdata sebagai korban keracunan massal.