Picu kreativitas musik generasi muda, Banyuwangi gelar student jazz festival

Minggu, 26 Agustus 2018 14:01 Reporter : Endang Saputra
Picu kreativitas musik generasi muda, Banyuwangi gelar student jazz festival student jazz festival. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Untuk ketiga kalinya, Banyuwangi mengadakan kompetisi jazz untuk generasi muda, yang bertajuk Student Jazz Festival. Kompetisi yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi ini dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Minggu (26/8).

Yusuf mengatakan kompetisi jazz untuk generasi muda ini diharapkan akan menjadi generasi penerus musik jazz, khususnya di Banyuwangi.

"Kita ingin menjaring bakat-bakat muda jazz, seiring dengan rutinnya digelar event jazz pantai dan jazz Ijen di Banyuwangi setiap tahun," ujar Wabup.

Menurut Yusuf, ajang ini tidak sekedar kompetisi. Sebab yang keluar menjadi terbaik, akan berkesempatan tampil di sejumlah event musik Banyuwangi. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan bagi para musisi muda jazz, di mana bisa satu acara dengan musisi lokal, dan nasional.

Yusuf pun berharap, para musisi muda bisa banyak belajar, baik dari segi musik, profesionalisme dan dedikasi kepada musik. "Kalau mau fokus di musik, inilah ajangnya. Banyuwangi memberi panggung luas bagi mereka yang berkreasi, karena banyak event yang kami rancang sebenarnya untuk menyediakan panggung bagi para seniman dan musikus muda," kata dia.

Pada tahun ini, Student Jazz Festival diikuti 30 grup band pelajar setingkat SMA. Even ini juga diikuti band pelajar luar kota seperti Surabaya, Malang, Jember dan Bali.

student jazz festival ©2018 Merdeka.com

Meski pelajar, mereka mampu menunjukkan musikalitas yang apik. Berbagai judul lagu populer maupun daerah dimainkan dalam balutan aransemen jazz. Bahkan lagu Banyuwangi seperti Rehana, Kangen Tombone Ati terdengar lebih segar dan asyik saat dibawakan dalam nuansa jazz.

Improvisasi musik yang menjadi salah satu ciri khas jazz juga tidak kalah sebagaimana musisi profesional. Seperti SMAN 1 Genteng yang berhasil membawakan lagu Cemeng yang memadukan irama jazz dengan instrumen etnik. Begitu juga dengan SMAN 5 Surabaya yang membawakan Tanjung Perak, menjadi irama jazz yang menarik. Penampilan mereka ini mampu memukau ratusan penonton yang hadir.

"Jazz itu adalah musik yang membebaskan kita berkreasi. Lagu apapun bisa kita aransemen dalam musik jazz. Seperti lagu Banyuwangi, Cemeng yang kita padukan dengan panjak," ujar Sodo Lanang, keyboardis band SMAN 1 Genteng.

Sodo mengaku melakukan kolaborasi aransemen jazz dengan musik etnik Using karena ingin menunjukkan ke khalayak bahwa Banyuwangi juga punya kekayaan musik. Sodo sendiri sudah berpengalaman mengikuti beberapa kompetisi musik jazz tingkat regional dan nasional.

Ditambahkan dia, ajang ini memberi kesempatan baginya menebarkan virus musik jazz kepada teman-temannya di sekolah.

"Teman-teman yang mempunyai bakat musik banyak, tapi masih sedikit yang menekuni jazz. Lewat ajang ini, saya bisa mengenalkan kepada teman-teman, dan mereka ternyata suka," kata pelajar yang sudah menekuni piano klasik sejak kelas dua SD ini.

Sementara itu Sukirin, guru pembimbing dari SMAN 5 Surabaya mengaku jika Student Jazz ini sudah menjadi agenda sekolahnya untuk diikuti. Untuk keperluan tersebut, bahkan pihaknya setiap tahun melakukan regenerasi bagi grup band sekolahnya.

"Event Student Jazz Banyuwangi sudah menjadi even wajib tahunan yang diikuti sekolah kami. Bagi kami, ini ajang untuk unjuk gigi bagi siswa sekaligus menguji kualitas musikalitas mereka," katanya. [end]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini