Periksa nakhoda dan ABK kapal, petugas Bea Cukai di Bengkalis dijotos

Periksa nakhoda dan ABK kapal, petugas Bea Cukai di Bengkalis dijotos. peristiwa itu terjadi pada Selasa (22/8). Saat itu, dua kapal motor tanpa nama GT 5 diduga milik pengusaha bernama Yati dengan ABK masing-masing empat orang, keluar dari Teluk Lancar membawa muatan barang diduga ilegal hendak dibawa ke Malaysia.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Periksa nakhoda dan ABK kapal, petugas Bea Cukai di Bengkalis dijotos
ilustrasi pemukulan. ©2014 Merdeka.com

Komandan Patroli Kapal 1504 milik Bea Cukai Kabupaten Bengkalis Eko Wigiyanto mengaku dianiaya nakhoda dan anak buah kapal tanpa nama diduga membawa barang ilegal. Eko mengaku penganiayaan itu terjadi ketika sedang memeriksa‎ kapal mencurigakan tersebut bersama rekannya."Iya benar. Korban Eko sudah membuat laporan polisi atas kejadian tersebut pagi tadi. Petugas sedang melakukan penyelidikan untuk ditindaklanjuti," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni kepada merdeka.com, Rabu (23/8) malam.Abas mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (22/8) sore. Saat itu, dua kapal motor tanpa nama GT 5 diduga milik pengusaha bernama Yati dengan ABK masing-masing empat orang, keluar dari Teluk Lancar membawa muatan barang diduga ilegal hendak dibawa ke Malaysia."Kemudian di Perairan Tanjung Parit Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, kapal patroli Bea Cukai 15048 yang sedang melaksanakan patroli rutin melihat pergerakan dua unit kapal motor tersebut," kata Abas.Eko kemudian langsung mendekati kapal itu dan melakukan pemeriksaan terhadap muatan barang ilegal sedangkan temannya menunggu di kapal patroli. Namun, nakhoda dan anak buah dua kapal itu malah melakukan perlawanan terhadap Eko. "Akibatnya, korban (Eko) mengalami luka karena pukulan di bagian kepala kemudian senjata api jenis pistol P3 Nomor AG.Q.001942 berkaliber 32 dan jumlah amonisi terdiri 12 butir amonisi karet dan 12 butir amonisi tajam yang dipegang Eko Wigiyanto terjatuh di kapal motor itu," kata Abas.Selanjutnya terjadilah perkelahian antara anak buah kapal dengan Eko. Entah kenapa, Eko melompat ke laut dan ditolong rekannya dengan melemparkan sabun. "Sedangkan para anak buah kapal dan nakhoda tersebut pergi meninggalkan petugas Bea Cukai. Menurut keterangan korban, nakhoda dan anak buahnya kabur menuju Malaysia," pungkas Abas.

Rekomendasi