Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mengidentifikasi bahwa masalah performa pompa menjadi penyebab utama banjir di Jakarta Barat sulit surut. Peninjauan yang dilakukan ke rumah pompa Tanjung Duren Utara mengungkap kapasitas pompa yang kurang serta kerusakan penyaring. Situasi ini menghambat penanganan genangan air yang melanda sejumlah wilayah ibu kota.
Pada Jumat (23/1), Kevin Wu menemukan bahwa meskipun seluruh mesin pompa telah beroperasi optimal, banjir masih bertahan berjam-jam. Hal ini terjadi di beberapa lokasi seperti Jelambar Baru, Wijaya Kusuma, dan Tanjung Duren Utara, meskipun total kapasitas pompa di sana mencapai ribuan liter per detik. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas sistem drainase Jakarta.
Evaluasi mendalam diperlukan untuk mengatasi persoalan ini agar warga tidak terus menjadi korban banjir. Legislator tersebut mendesak adanya perbaikan segera dan penambahan kapasitas pompa. Tujuannya adalah untuk memastikan janji penanganan banjir dalam waktu singkat dapat terealisasi, sesuai harapan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kevin Wu mengidentifikasi dua masalah utama pada sistem pompa di Jakarta Barat. Pertama, kapasitas pompa yang kurang memadai untuk menghadapi volume air banjir yang tinggi. Kedua, kerusakan pada sejumlah penyaring (screen) pompa akibat terjerat sampah keras. Kerusakan ini secara signifikan menurunkan performa pompa dan efisiensi kerjanya.
Di rumah pompa Tanjung Duren Utara, Kevin Wu mencatat total kapasitas hampir 10.000 liter per detik. Namun, ia menekankan bahwa jika semua mesin bekerja optimal namun air masih lama surut, hal ini memerlukan evaluasi serius. Situasi serupa juga terjadi di Jelambar Baru dan Wijaya Kusuma, di mana mesin pompa berkapasitas besar tetap tidak mampu mengatasi genangan.
Kerusakan penyaring sangat vital karena dapat menyebabkan mesin pompa terhenti. Kevin Wu melihat penyaring copot dan masuk ke dalam, sehingga pompa kemasukan sampah. Kondisi ini berpotensi membuat mesin berat bahkan berhenti total, memperparah kondisi banjir dan memperlambat proses surutnya air.
Advertisement
Advertisement
Sebagai solusi, Kevin Wu mengusulkan penambahan pompa portabel berkapasitas sekitar 250 liter per detik. Pompa ini diharapkan dapat membantu titik-titik rawan banjir yang sudah mencapai kapasitas maksimal. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan daya serap air di area-area krusial yang sering tergenang.
Legislator tersebut juga mendesak kontraktor untuk segera menyelesaikan perbaikan penyaring yang rusak. Perbaikan ini krusial mengingat potensi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Kevin Wu menegaskan tidak ingin perbaikan berlarut-larut dan warga menjadi korban akibat lambatnya penanganan.
Kevin Wu mengingatkan janji Gubernur DKI Jakarta mengenai penanganan banjir dalam satu hingga 1,5 jam. Realita di lapangan masih jauh dari target tersebut, meskipun ia mengapresiasi kondisi rumah pompa yang terawat dan komunikasi petugas yang baik. Ia berharap rumah pompa seperti ini bisa menjadi standar di wilayah lain di Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Sementara itu, banjir masih merendam 126 rukun tetangga (RT) di Jakarta pada Jumat petang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap genangan. Data ini menunjukkan bahwa masalah banjir masih menjadi perhatian serius di ibu kota.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, melaporkan bahwa hingga pukul 18.00 WIB, banjir merendam RT di Jakarta Barat, Timur, Selatan, Utara, dan Jakarta Pusat. Ketinggian banjir terdalam mencapai lebih dari satu meter di Kelurahan Duri Kosambi dan Rawa Buaya, Jakarta Barat.
Selain ratusan RT, banjir juga masih menggenangi 18 ruas jalan dengan ketinggian muka air 10-75 sentimeter. Situasi ini menunjukkan skala dampak banjir yang luas di berbagai wilayah Jakarta. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk keselamatan bersama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews