Perajin OAP di Biak Numfor Rasakan Manfaat Bantuan Otsus Papua untuk Kembangkan Kerajinan Lokal

Bantuan Otsus Papua telah membawa harapan baru bagi perajin Orang Asli Papua (OAP) di Biak Numfor, meningkatkan pendapatan dan melestarikan budaya melalui kerajinan suvenir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perajin OAP di Biak Numfor Rasakan Manfaat Bantuan Otsus Papua untuk Kembangkan Kerajinan Lokal
Bantuan Otsus Papua telah membawa harapan baru bagi perajin Orang Asli Papua (OAP) di Biak Numfor, meningkatkan pendapatan dan melestarikan budaya melalui kerajinan suvenir. (AntaraNews)

Rasa haru dan bangga menyelimuti wajah Ferkolius Manggombo (51), seorang perajin dari Kampung Bindusi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, saat menerima bantuan paket peralatan kerajinan. Bantuan ini bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yang diserahkan pada Sabtu (1/11), sebagai bagian dari program peningkatan keterampilan bagi pencari kerja OAP.

Kebahagiaan Ferkolius sangat beralasan, sebab setelah kurang lebih 24 tahun Otsus Papua diberlakukan, baru pada tahun ini ia mendapatkan dukungan peralatan kerajinan dari pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pekerjaan rumahannya, memungkinkan produksi lebih banyak jenis suvenir dari potensi bahan lokal seperti tempurung kelapa.

Sebelumnya, produksi suvenir Ferkolius sangat terbatas karena hanya mengandalkan alat sederhana dan dikerjakan secara manual. Dengan adanya bantuan peralatan mesin, kini ia dapat memproduksi kerajinan suvenir tempurung kelapa dengan lebih efisien dan variatif, membuka peluang baru bagi peningkatan ekonominya.

Setelah menerima bantuan mesin gergaji listrik dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Biak Numfor, Ferkolius Manggombo mengalami peningkatan signifikan dalam kapasitas produksinya. Ia yang sebelumnya hanya menggunakan gergaji biasa, kini dapat membuat berbagai aneka suvenir dengan lebih cepat dan beragam.

Produk yang dihasilkan kini bervariasi, mulai dari gantungan kunci, lampu hiasan, sarung buku agenda, ukir-ukiran, hingga motif hiasan lainnya. Peningkatan produksi ini berdampak langsung pada penghasilannya yang melonjak drastis. "Bahkan penghasilan saya bisa bertambah, hingga Rp250 ribu hingga Rp300 ribuan per hari," kata Ferkolius, yang sebelumnya hanya meraup rata-rata Rp100 ribuan per hari.

Dampak positif ini juga dirasakan oleh perajin perempuan OAP lainnya, Linda Rumere dari Distrik Samofa, Biak Numfor, yang turut menerima bantuan serupa. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja setempat, yang tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya.

Melalui produk-produk khas suvenir Papua yang bernilai seni tinggi, bantuan peralatan kerajinan yang bersumber dana Otonomi Khusus ini mendorong kemandirian ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Harapannya, hasil kerajinan suvenir dari perajin OAP dapat membuka peluang kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat adat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Biak Numfor, Djoni Domeng, menegaskan bahwa bantuan sarana peralatan kerajinan suvenir ini merupakan bagian dari program pemberdayaan Orang Asli Papua yang bersumber dari dana Otsus Tahun Anggaran 2025. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan potensi lokal.

Selain menyediakan bantuan peralatan produksi, pemerintah daerah juga aktif memberikan pelatihan keterampilan pembuatan suvenir bagi kelompok usaha OAP. Pendampingan usaha juga diberikan kepada para perajin untuk memastikan mereka mampu mengelola produksi secara lebih efisien dan menjaga kualitas produk suvenir.

Tujuan utama dari pendampingan ini adalah untuk memperluas akses pemasaran, tidak hanya ke pasar nasional tetapi juga internasional. Pemerintah daerah berharap masyarakat adat di Biak Numfor tidak hanya menjadi pelaku ekonomi lokal, tetapi juga mampu menembus pasar global dengan identitas budayanya sendiri.

Program bantuan ini juga berperan penting dalam pelestarian budaya daerah, karena melalui kerajinan suvenir, nilai dan simbol-simbol adat Suku Biak, Papua, dapat terus dijaga dan diperkenalkan kepada khalayak luas.

Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, berharap program bantuan Otsus Papua dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat asli Papua. Bantuan ini mencakup dukungan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang telah dirasakan sejak Otsus Papua diberlakukan pada tahun 2001 hingga saat ini.

Berbagai bantuan yang terus digelontorkan pemerintah daerah melalui program Otsus Papua ke masyarakat di pelosok kampung, hingga wilayah terdepan, tertinggal, terluar, dan kepulauan (3TK), menjadi bukti komitmen negara. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian masyarakat adat OAP.

Pemerintah daerah secara aktif mendorong masyarakat OAP menjadi pelaku ekonomi lokal, dengan menghasilkan berbagai produk suvenir dari potensi bahan lokal seperti tempurung kelapa. Program ini bukan hanya tentang pendapatan ekonomi semata, tetapi juga mampu menjaga nilai karya seni budaya adat orang asli Papua.

Bagi perajin asli Papua, kerajinan suvenir dari bahan tempurung kelapa bukan sekadar barang jualan, melainkan simbol penting dalam kehidupan ekonomi dan keluarga di kampung. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah lewat dana Otsus Papua di sektor kerajinan suvenir menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan penguat jati diri budaya Papua dalam bingkai NKRI.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi