Penyakit gila mendadak kambuh, orang-orang ini lalu membunuh
Merdeka.com - Memiliki penyakit bukan keinginan setiap orang, apalagi penyakit yang membahayakan bagi jiwa orang lain. Seperti penyakit gangguan jiwa atau gila, itu merupakan salah satu penyakit yang rentan akan keselamatan orang lain.
Betapa tidak, ketika kambuh orang dengan gangguan jiwa ini bisa tidak terkendali. Karena akal pikiran mereka tidak sehat dan tidak bekerja. Mereka bisa berbuat apa saja dan tidak memikirkan yang dilakukannya, sebab semua hal yang diperbuat dianggap sah.
Seperti kasus di beberapa daerah ini, orang yang memiliki penyakit gila dengan tega membunuh dengan sadis orang-orang terdekatnya. Bahkan, ada juga yang sempat sembuh beberapa lama namun kambuh kembali.
Berikut rangkuman cerita orang-orang gila yang mendadak kambuh lalu membunuh, yang dihimpun merdeka.com.
Kambuh, suami penggal & tenteng kepala istrinya gara-gara sambal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKejadian pembunuhan sadis itu terjadi Sabtu (14/2) lalu sekitar pukul 10.00 WIB di kebun karet milik Hendi dan istrinya Riska. Saat itu Riska mengantarkan makan untuk suaminya.Di dalam kebun karet itu, suami istri yang sudah dikaruniai 3 anak itu terlibat cekcok mulut. Hendi tersinggung karena ditegur istrinya saat akan makan lagi."Katanya gara-garanya, pelaku ini mau makan lagi, padahal sambalnya sudah dia habiskan. Terus ditanya sama si istri, kenapa makan lagi, kan sambal sudah kau habiskan. Pelaku lalu marah dan membunuh korban," ujar Briptu Tardi, petugas Polres Sarolangun saat dikonfirmasi, Senin (16/2).Pelaku langsung menebas korban dengan parang tajam yang dibawanya. Emosi pelaku yang meledak, juga membuatnya kalap. Tubuh sang istri yang terkapar bersimbah darah masih jadi pelampiasan kebuasannya. Pelaku lalu menggorok leher korban hingga putus."Informasi warga setempat, pelaku sempat menenteng kepala istrinya sambil membawa parang. Geger lah desa karena semua orang takut," ujarnya.Pelaku langsung diamankan petugas kepolisian dari Polsek Pauh. Polisi pun sudah mengamankan parang dan jenazah istri pelaku yang ditinggalkan di kebun karet.Dari informasi yang beredar, pelaku memang dikenal mengalami gangguan jiwa. Bahkan pelaku juga pernah dipasung agar tidak membahayakan orang lain.Pelaku yang sering ngamuk itu pernah dibawa ke dukun. Karena dinilai sudah sembuh, pelaku lalu dibawa pulang dan hidup sebagai warga normal.
Penyakit gila kumat, Amin bacok teman dengan pedang hingga tewas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDiduga penyakit gilanya kumat, M Amin (40) membacok temannya sendiri, Wiyarso (38) pakai pedang hingga tewas. Korban mengalami luka bacokan di sekujur tubuhnya, seperti kepala, badan, kaki dan tangan.Peristiwa tersebut terjadi di depan rumah tersangka di Jalan Meranjat Raya, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning, Palembang, Minggu (22/2) pukul 19.00 WIB. Selang beberapa jam kemudian, tersangka Amin diciduk polisi.Informasi yang dihimpun, pembunuhan tersebut diduga disebabkan ada kesalahpahaman antara korban dan tersangka. Korban yang tinggal di Jalan Peltu Rozil, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang itu, bermaksud mengklarifikasi masalah yang terjadi. Namun, kebetulan, saat kejadian penyakit gila yang diidap tersangka kumat.Spontan tersangka menebaskan pedang sepanjang satu meter yang dibawanya ke tubuh korban. Korban berusaha menyelamatkan diri, namun tersangka mengejarnya dan kembali membacok korban hingga tewas di tempat kejadian.Kanit Polsek Kemuning Palembang Ipda Yahya mengungkapkan, saat ini tersangka Amin belum bisa diambil keterangan. Namun, dari keterangan saksi, pembunuhan itu disebabkan kesalahpahaman di antara mereka."Terjadi salah paham. Kebetulan saat itu tersangka penyakit gila kumat," ungkap Yahya, Senin (23/2).Menurut dia, dari tangan tersangka, diamankan sebilah pedang dan kayu gelam yang digunakan tersangka menghabisi nyawa korban."Tersangka sebelumnya pernah di penjara karena kasus penganiayaan. Tersangka kita amankan dulu untuk keselamatannya dan mendapatkan pengobatan," tukasnya.
Penyakit gila kambuh, polisi bunuh istri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAiptu Roni, seorang polisi yang bertugas di Polsek Walenrang, Kabupaten Luwu, Makassar menggegerkan warga. Sebab dia tega membunuh istrinya sendiri pada Kamis (20/11).Kapolres Luwu, AKBP. Alan G Abast, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kini pelaku pun ditahan di Polsek Biringkanaya Makassar. Dia mengungkapkan bahwa anggotanya itu memang memiliki penyakit kejiwaan dan sering kambuh."Dia memang memiliki penyakit gangguan kejiwaan yang sering kambuh" ungkap Alan.Alan mengatakan tidak mengetahui pasti kapan Aiptu Roni membunuh istrinya. Namun, peristiwa ini tetap akan diproses secara hukum."Saya juga tidak mengetahui secara pasti kapan ia bunuh istrinya. Namun yang pastinya saya terima SMS kemarin. Bisa jadi kejadiannya kemarin atau beberapa hari sebelumnya," tambah Alan.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya