Pengendara Mobil Pelat B Maki-Maki Polisi Tak Terima Diminta Putar Balik di Sukabumi

Minggu, 16 Mei 2021 02:02 Reporter : Merdeka
Pengendara Mobil Pelat B Maki-Maki Polisi Tak Terima Diminta Putar Balik di Sukabumi Penyekatan pemudik di Tol Jakarta-Cikampek. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Sebuah video merekam aksi arogan pengendara mobil bernomor polisi B 1364 URW memaki-maki dan memukul petugas kepolisian. Kejadian itu terjadi di Pos Penyekatan perbatasan antara Sukabumi dan Bogor, pada Sabtu (15/5).

Dalam rekaman terlihat, seorang penumpang yang duduk di depan menarik-narik pakaian petugas kepolisan yang menghentikan kendaraan miliknya. Saat itu, si polisi berusaha memberikan penjelasan.

"Saya sudah benar pak, sesuai pemerintah sudah jelas aturannya," kata pria berpakaian polisi seperti dikutip, Sabtu (15/5).

Seorang penumpang perempuan yang duduk di belakang tak terima diberhentikan. Perempuan berkacamata yang mengenakan kerudung biru meluapkan emosi dengan mengeluarkan kata-kata kasar. Dia juga mengaku-ngaku dari keluarga polisi.

"Saya juga polisi, keluarga saya polisi. Eh anj*** lu ya," kata wanita itu.

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Lukman menjelaskan, anggota Polsek Cicurug bernama Briptu Febio sedang mengatur arus lalu lintas Pos Terminal Benda Cicurug, perbatasan antara Sukabumi dan Bogor pada pukul 10.00 WIB.

Saat itu, melihat kendaraan bernomor polisi B 1364 URW mencoba masuk ke wilayah Sukabumi. Lukman menyebut, kendaraan itu sebetulnya sudah dicegat di pos sebelumnya.

Tapi, pengemudinya tidak menggubris perintah anggota petugas dan malah melewati jalur tikus sehingga pada pos berikutnya pengendara kembali diminta putar balik.

"Sebelumnya dia juga marah-marah pada petugas. Pas pertama kali diminta putar balik di pos penyekatan. Yang dimarahi itu Kapolsek. Namun, Kapolsek memilih tidak membalas. Nah di pos kedua ini kembali marah-marah," ujar Lukman saat dihubungi, Sabtu (15/5).

Lukman menerangkan, pengemudi kembali emosi ketika diminta putar balik. Saat itu, salah satu penumpang memvideokan aktivitas petugas saat melakukan pemeriksaan.

Lukman menerangkan, rekan dari Febio melakukan hal serupa. Lukman menyebut, rekaman itu sebagai bukti anggotanya telah melaksanakan tugas sesuai prosedur.

"Anggota kami pun membuat video juga. Supaya jangan sampai nanti disangka anggota kami yang arogan padahal anggota kami sudah melakukan melaksanakan tugas sesuai SOP dan hanya memutar balik saja," ucap dia.

Tanpa disangka, aksi rekan Briptu Febio memvideokan menyulut emosi penumpang di kendaraan tersebut. Salah satu penumpang bahkan mengeluarkan kata-kata yang menghina petugas.

"Iya kita disebut binatang oleh wisatawan itu," ucap dia.

Saat ini, Lukman mengaku telah memerintahkan jajaran reskrim untuk melakukan penyelidikan terkait dengan kejadian tersebut.

"Saya perintahkan kasat melakukan pengecekan terhadap kepemilikan kendaraan tersebut," ujar dia.

Lukman menyampaikan, kendaraan itu tetap berjalan meski telah diminta putar balik.

"Anggota saya sabar tidak melawan ya, kami memahami mungkin kondisinya capek namun tidak boleh juga memaki petugas," ujar dia.

Lukman mengimbau masyarakat untuk menyadari bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Menurut dia, masyarakat harus mendukung upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran.

"Pemerintah sudah melakukan imbauan, pembatasan tempat wisata, melarang mudik, kami itu sayang kepada masyarakat. Kami tidak mau mereka tertular, karena dalam kondisi seperti ini kita tidak tahu siapa yang terinfeksi virus Covid-19," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini