Sebanyak 15 kendaraan truk besar atau sumbu tiga yang beroperasi di jalur mudik wilayah Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditertibkan pada Sabtu (15/3). Penertiban truk mudik Garut ini dilakukan untuk mencegah potensi hambatan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional tersebut. Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban selama periode krusial.
Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat secara proaktif melakukan tindakan penertiban serta penilangan terhadap truk sumbu tiga. Kendaraan-kendaraan ini kedapatan membawa angkutan barang yang bukan termasuk kategori pangan, sehingga berpotensi memperlambat pergerakan kendaraan lain. Penertiban ini merupakan bagian dari strategi pengamanan jalur mudik.
Kepala Subdit Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat, AKBP Eti Haryati, membenarkan bahwa jajarannya telah mengambil tindakan. "Kami melakukan penertiban terhadap truk sumbu tiga yang masih beroperasi di jalur mudik," ujarnya, menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Advertisement
Advertisement
Penertiban truk mudik Garut ini secara spesifik menargetkan kendaraan berat yang mengangkut muatan non-esensial. Seluruh truk sumbu tiga yang kedapatan membawa barang selain kebutuhan pokok masyarakat langsung dihentikan. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan dan risiko kecelakaan di jalur yang padat saat mudik.
AKBP Eti Haryati menjelaskan bahwa kendaraan-kendaraan truk sumbu tiga yang ditertibkan sementara diberhentikan di lokasi yang aman. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan gangguan lebih lanjut terhadap laju arus lalu lintas di sepanjang jalur Limbangan-Malangbong. Pengaturan ini sangat penting untuk menjaga momentum perjalanan para pemudik.
Meskipun demikian, terdapat pengecualian dalam penertiban ini. Kendaraan berat yang mengangkut logistik kebutuhan pangan pokok, seperti sembako, serta pakan ternak, diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan. "Kita lakukan penertiban, kecuali yang mengangkut sembako dan pakan ternak," kata AKBP Eti Haryati, menekankan bahwa pasokan kebutuhan dasar tetap menjadi prioritas.
Advertisement
Advertisement
Jalur Limbangan-Malangbong memiliki peran vital sebagai jalur nasional yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Tasikmalaya. Jalur ini menjadi salah satu arteri utama bagi kendaraan yang melintas antarwilayah, khususnya saat periode mudik. Oleh karena itu, kelancaran arus di jalur ini sangat diperhatikan.
Berdasarkan laporan di lapangan, jalur tersebut memiliki beberapa titik yang rawan terjadi kemacetan. Aktivitas pasar di wilayah Limbangan menjadi salah satu penyebab utama, diikuti oleh kepadatan di daerah Lewo, dan juga persimpangan serta pasar yang berada di Malangbong. Titik-titik ini memerlukan perhatian ekstra dari petugas.
Untuk mengantisipasi dan mengatasi potensi kemacetan di titik-titik rawan tersebut, sejumlah personel telah disiapsiagakan. Mereka bertugas melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas secara intensif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa arus kendaraan tetap bergerak lancar, sehingga perjalanan mudik dapat berjalan dengan aman dan nyaman tanpa hambatan signifikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews