Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Lanjutkan Studi Melalui Program Beasiswa Kalsel China Singapura

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memfasilitasi 150 lulusan SMA sederajat untuk studi ke China dan Singapura pada 2026 melalui program Beasiswa Kalsel China Singapura senilai Rp1,5 miliar, demi SDM unggul.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Lanjutkan Studi Melalui Program Beasiswa Kalsel China Singapura
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membuka peluang emas bagi 150 lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke China dan Singapura melalui program Beasiswa Kalsel China Singapura. Simak detailnya! (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Sebanyak 150 lulusan SMA atau sederajat akan difasilitasi melanjutkan pendidikan tinggi ke China dan Singapura pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan menciptakan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing global.

Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kalsel dalam mempersiapkan talenta lokal menghadapi tantangan global. Anggaran sebesar Rp1,5 miliar telah disiapkan untuk mendukung keberangkatan para calon mahasiswa. Dana tersebut akan dialokasikan untuk membiayai studi 150 siswa dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menegaskan bahwa program ini memiliki persyaratan ketat. Para pendaftar harus melalui serangkaian ujian seleksi untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang terpilih. Sosialisasi program telah gencar dilakukan di berbagai sekolah di seluruh provinsi.

Program Beasiswa Kalsel China Singapura ini dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Tujuannya agar mereka mampu bersaing di kancah internasional. Inisiatif ini sejalan dengan visi jangka panjang Pemprov Kalsel untuk kemajuan daerah.

Galuh Tantri Narindra menjelaskan bahwa program ini menjadi proyek percontohan. Fokus utamanya adalah dua negara mitra strategis, yaitu China dan Singapura. Kedua negara tersebut dikenal memiliki sistem pendidikan yang maju dan relevan dengan kebutuhan industri global.

Kuota beasiswa dibagi rata untuk kedua negara tujuan. Sebanyak 75 calon mahasiswa akan diberangkatkan ke China. Sementara itu, 75 calon mahasiswa lainnya akan melanjutkan studi di Singapura. Pembagian ini memastikan pemerataan kesempatan bagi para siswa.

Proses seleksi beasiswa telah disosialisasikan secara menyeluruh ke berbagai sekolah. Harapannya, seluruh siswa di Kalimantan Selatan dapat mengetahui informasi ini. Dengan demikian, mereka akan antusias untuk mengambil kesempatan emas melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menambahkan pentingnya program ini. Inisiatif ini selaras dengan visi dan misi Gubernur Kalsel, Muhidin, serta Wakil Gubernur, Hasnuryadi. Mereka berkomitmen menghadirkan SDM berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global.

Investasi dalam pendidikan merupakan kunci utama pembangunan daerah. Pemprov Kalsel melihat beasiswa luar negeri sebagai salah satu cara efektif. Hal ini untuk mempercepat peningkatan kompetensi dan wawasan generasi muda. Program ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi Kalimantan Selatan.

Ke depan, program beasiswa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ariadi Noor menyebutkan kemungkinan perluasan tujuan studi ke negara lain. Eropa menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan untuk program selanjutnya. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Pemprov Kalsel dalam pengembangan SDM.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi