Pemkot Yogyakarta Larang Pengamen Ngamen di Malioboro & Siapkan 7 Tempat Khusus, Kalau Masih Bandel 'Tangkap

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan dengan disiapkan tujuh lokasi khusus ini diharapkan tak ada lagi pengamen yang berkeliling di Malioboro.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Pemkot Yogyakarta Larang Pengamen Ngamen di Malioboro & Siapkan 7 Tempat Khusus, Kalau Masih Bandel 'Tangkap
Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menyiapkan langkah Penertiban Pengamen Malioboro menjelang Hari Jadi Kota Yogyakarta. Bagaimana nasib para pengamen dan kenyamanan wisatawan? (Planet Merdeka)

Pemerintah Kota Yogyakarta akan melarang pengamen mengamen di kawasan Malioboro. Sebagai penggantinya, Pemkot Yogyakarta menyiapkan tujuh lokasi bagi pengamen yang ingin menghibur wisatawan di kawasan Malioboro.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan dengan disiapkan tujuh lokasi khusus ini diharapkan tak ada lagi pengamen yang berkeliling di Malioboro.

Hasto menerangkan penetapan tujuh lokasi khusus ini diharapkan bisa mencegah para pengamen berkeliaran di kawasan Malioboro yang beberapa kali dikeluhkan wisatawan membuat tak nyaman saat mereka berwisata dan menikmati suasana di Malioboro.

Hasto menegaskan jika nantinya masih ada pengamen berkeliaran di kawasan Malioboro akan dikenai sanksi. Sanksi ini berupa tindak pidana ringan (tipiring).

"Kan ada Jogomaton yang di Malioboro. Kalau masih ada pengamen tangkap, ditertibkan. Ya bisa tipiring. Tapi ya dikasih tahu juga kalau sudah tidak boleh ada pengamen di Malioboro," tegas Hasto dalam keterangannya, Kamis (9/10).

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menerangkan tujuh titik bagi pengamen ini akan tersebar di kawasan Tugu Yogyakarta hingga Malioboro.

"Ada di Pasar Beringharjo, eks Hotel Mutiara, Gerbang Kepatihan sisi Barat, Plaza Malioboro, depan Library perpustakaan. Dua di depan wisma KAI sama dekat Dowa," ungkap Yetti.

Rekomendasi