Pemkot Lelang Hasil Pengumpulan Botol Plastik Suroboyo Bus

Kamis, 13 Juni 2019 08:34 Reporter : Fikri Faqih
Pemkot Lelang Hasil Pengumpulan Botol Plastik Suroboyo Bus Ilustrasi Botol Plastik. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya menyebut sampah botol plastik dari hasil penukaran tiket naik Suroboyo Bus sejak awal beroperasi pada 2018 hingga Januari 2019 sudah terkumpul sebanyak 39 ton dan saat ini sudah dilelang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKRTH Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, hasil pengumpulan sampah botol plastik tersebut sudah dilelang langsung melalui Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) senilai Rp 150 juta.

"Hasil penjualan tersebut kemudian masuk dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Surabaya," katanya seperti dilansir dari Antara, Kamis (13/6).

Dia menjelaskan, botol plastik yang terkumpul itu sudah ditetapkan sebagai kekayaan daerah, sehingga secara otomatis botol sampah 39 ton tersebut dilelang oleh DJKN. Sistem lelang yang digunakan ini mencari pemenang dengan penawaran tertinggi, waktu itu dibuka dari harga Rp 80 juta.

Hasil lelang tersebut kemudian dimenangkan perusahaan pengelola sampah plastik menjadi biji plastik yakni PT Langgeng Jaya Plastindo senilai Rp 150 juta.

Eri mengungkapkan, lelang tersebut merupakan pertama kali dari hasil pendapatan Suroboyo Bus karena sebelumnya memang belum ditetapkan siapa yang berwenang untuk menangani ini.

"Jadi kita simpan dulu di rumah-rumah kompos dan baru dilelang beberapa waktu lalu setelah semuanya clear," ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menyampaikan, hasil dari lelang Rp 150 juta itu, kemudian dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Dananya masuk ke APBD lalu dicampur. Masuk ke PAD retribusi, atau bisa masuk ke pajak Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau bisa masuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masuk jadi satu, setelah itu baru dibelanjakan," terangnya.

Dia menilai jumlah bus sebanyak 20 unit itu terus mengalami perkembangan minat warga untuk menggunakan alat transportasi ini. Terhitung sejak awal bus tersebut beroperasi sampai pada 2019, jumlah pemasukan botol sampah plastik terus meningkat. Artinya, semakin banyak minat warga yang menggunakan bus tersebut.

Oleh karena itu, lanjut dia Pemkot Surabaya terus mengupayakan pembayaran Suroboyo Bus menggunakan sampah botol plastik. Cara ini dinilai efektif untuk menangani dampak dari sampah plastik itu sendiri.

"Mudah-mudahan masih terus berlaku karena botol yang dilakukan untuk tiket bus tersebut digunakan sebagai percontohan sampai international," tutup Eri. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Sampah Plastik
  2. Plastik
  3. Surabaya
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini