Pemkab Rejang Lebong Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak Parah

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bergerak cepat menyalurkan **bantuan korban angin puting beliung** yang melanda Desa Sumber Urip, menyebabkan puluhan rumah rusak dan warga terdampak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Rejang Lebong Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak Parah
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bergerak cepat menyalurkan **bantuan korban angin puting beliung** yang melanda Desa Sumber Urip, menyebabkan puluhan rumah rusak dan warga terdampak. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menunjukkan respons cepat dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak angin puting beliung. Bencana alam ini melanda Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, pada Sabtu (4/4) kemarin, mengakibatkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah penduduk. Penyaluran bantuan ini merupakan langkah awal Pemkab Rejang Lebong dalam meringankan beban masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, secara langsung meninjau lokasi terdampak pada Minggu (5/4). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi warga serta menginventarisasi kebutuhan mendesak yang diperlukan pascabencana. Kehadiran jajaran pemerintah daerah di lokasi bencana menegaskan komitmen Pemkab dalam penanganan musibah ini.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar seperti kasur, terpal, dan logistik bahan makanan. Fokus bantuan ini adalah untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah. Langkah cepat ini diharapkan dapat membantu para korban untuk sementara waktu menghadapi situasi sulit setelah rumah mereka diterjang angin puting beliung.

Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di lokasi bencana sangat penting. Tujuannya adalah untuk melihat langsung dampak puting beliung yang terjadi serta memastikan kondisi warga. Selain itu, inventarisasi kebutuhan mendesak juga menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani.

Sebagai langkah awal dalam penanganan bencana ini, Pemkab Rejang Lebong telah menyalurkan bantuan berupa kasur, terpal, dan logistik bahan makanan. Bantuan ini diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan dasar para korban.

Pihaknya juga telah menginstruksikan Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Baznas setempat untuk melakukan pendataan detail. Pendataan ini mencakup kebutuhan material bangunan yang diperlukan untuk perbaikan rumah warga. Koordinasi antarlembaga ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Pemkab Rejang Lebong meminta agar dilakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan yang terjadi. Pendataan ini mencakup mulai dari kerusakan rumah hingga kebutuhan material seperti seng dan bata. Tujuannya adalah agar penanganan perbaikan rumah warga dapat dilakukan secara tepat sasaran dan efektif.

Selain bantuan fisik, Plt Bupati juga meminta pihak kecamatan untuk terus memantau stabilitas fasilitas umum. Pemantauan ini khususnya dilakukan pada jaringan listrik yang rentan terganggu akibat cuaca ekstrem. Pemulihan infrastruktur vital menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana.

Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Rejang Lebong dalam membantu warganya bangkit dari dampak bencana. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan mempercepat proses pemulihan. Fokus utama adalah mengembalikan kondisi normal bagi masyarakat Desa Sumber Urip.

Kepala Desa Sumber Urip, Sri Wahyudi, melaporkan bahwa berdasarkan data sementara, terdapat 33 rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung. Dari jumlah tersebut, 15 rumah dikategorikan rusak berat, sementara 18 rumah lainnya mengalami rusak ringan. Kerusakan sebagian besar terjadi pada bagian atap yang terbang serta dinding rumah yang roboh.

Menurut Sri Wahyudi, Desa Sumber Urip memang kerap dilanda angin puting beliung. Namun, kejadian kali ini dinilai merupakan yang terparah jika dibandingkan dengan kejadian pada tahun 2025. Intensitas dan skala kerusakan menunjukkan bahwa bencana ini memiliki dampak yang lebih besar dari sebelumnya.

Situasi ini menyoroti kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana alam. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi semakin krusial untuk melindungi masyarakat di masa mendatang. Pemkab Rejang Lebong diharapkan dapat terus memberikan perhatian serius terhadap penanganan pascabencana serta pencegahan di wilayah rawan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi