Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat fondasi keagamaan dan sosial masyarakatnya. Melalui alokasi dana sebesar Rp720 juta, Pemkab Agam menargetkan perbaikan sejumlah tempat ibadah di wilayahnya. Inisiatif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mendukung program unggulan daerah, yaitu "Bangkit dari Surau".
Dana signifikan ini secara spesifik dialokasikan untuk 36 masjid yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Agam. Setiap masjid akan menerima bantuan sebesar Rp20 juta, yang dananya telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Agam tahun 2026. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Roza Syafdefianti, mengonfirmasi perihal alokasi bantuan ini pada Sabtu (21/2).
Bantuan ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga menjadi manifestasi konkret dari visi Bupati Agam untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembangunan daerah. Program "Bangkit dari Surau" bertujuan menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan, penguatan sosial, serta pendidikan moral dan karakter berbasis kearifan lokal "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah".
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Fondasi Keagamaan Melalui Program Bangkit dari Surau
Program "Bangkit dari Surau" merupakan inisiatif strategis Pemkab Agam yang menempatkan masjid sebagai pilar utama pembangunan daerah. Program ini dirancang untuk menciptakan generasi unggul yang berakhlak mulia dan siap menjadi pemimpin masa depan, dengan fokus pada anak-anak dan remaja di berbagai jenjang pendidikan. Bupati Agam, Benni Warlis, menekankan bahwa program ini adalah gerakan moral untuk membangkitkan kembali nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau.
Lebih dari sekadar tempat salat, surau atau masjid diharapkan kembali berfungsi sebagai pusat pendidikan moral, karakter, dan budaya. Hal ini sejalan dengan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" yang menjadi landasan nilai-nilai di Minangkabau. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk kembali memakmurkan masjid, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai wadah diskusi dan musyawarah untuk kemajuan daerah.
Pemerintah daerah terus mendorong partisipasi aktif dari sekolah-sekolah dan seluruh elemen masyarakat dalam program ini. Tujuannya adalah membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kecintaan terhadap rumah ibadah sejak dini. Ini juga menjadi momentum kebangkitan spiritual dan sosial bagi masyarakat Kabupaten Agam.
Advertisement
Advertisement
Mekanisme Penyaluran Bantuan dan Dukungan Lainnya
Penyaluran bantuan perbaikan tempat ibadah ini dilakukan melalui Tim Safari Ramadhan (TSR) yang dipimpin oleh Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan pejabat lainnya. Tim ini tidak hanya menyerahkan bantuan finansial, tetapi juga menyampaikan imbauan resmi serta membagikan jadwal imsakiyah sebagai pedoman bagi masyarakat selama bulan Ramadhan.
Selain itu, Pemkab Agam juga mendistribusikan sebanyak 1.800 buah kain sarung, dengan alokasi 50 buah kain sarung untuk setiap masjid yang menerima bantuan. Pendistribusian kain sarung ini bertujuan untuk mendukung kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah, khususnya selama bulan suci Ramadhan.
Inisiatif ini menunjukkan pendekatan holistik Pemkab Agam dalam mendukung kehidupan beragama masyarakatnya. Dengan mengintegrasikan bantuan fisik dan program pembinaan spiritual, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif bagi pengembangan karakter dan keimanan di Kabupaten Agam.
Advertisement
Sumber: AntaraNews