Pedagang di Samarinda Ganti Kemasan dan Merek Dagang Beras Bulog

Rabu, 20 Februari 2019 00:32 Reporter : Saud Rosadi
Pedagang di Samarinda Ganti Kemasan dan Merek Dagang Beras Bulog Pedagang di Samarinda Ganti Kemasan dan Merek Dagang Beras Bulog. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Armin (29), warga Loa Janan Ilir, berurusan dengan polisi. Dia nekat menjual beras Bulog Samarinda, dengan mengganti kemasan serta merek dagang. Harga jualnya pun jadi lebih mahal.

"Kita lidik beberapa hari sebelumnya. Kami amankan terduga pelaku (Armin) ini, Senin (18/2) kemarin, sekitar jam 2 siang di tokonya," kata Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Fatich Nurhadi kepada merdeka.com, Selasa (19/2).

Kasus itu terbongkar, setelah warga melapor, adanya dugaan kecurangan dari penjualan beras di toko pelaku. Harga yang lebih murah, mencuatkan keresahan antarpedagang, dan berisiko persaingan tidak sehat.

"Ternyata, yang dijual di toko itu adalah beras Bulog. Tapi bukan kemasan karung Bulog, tapi merek lain. Itupun, dari ketentuan, harusnya kemasan karung untuk dijual ulang adalah karung polos," ujar Fatich.

"Aktivitas itu sudah beberapa bulan terakhir ya. Dia beli ke Bulog Rp 8.600 per kilogram, dijual lagi dalam kemasan karung 40 kg dengan harga Rp 9.500 per kilogram," tambahnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang Iptu Dedi Setiawan menambahkan, pelaku dalam setiap pembelian ke Bulog membawa pulang 2,5 ton beras. "Dua kali dalam seminggu," sebut Dedi.

Pihak Bulog mengakui memang mengeluarkan beras untuk menjaga keseimbangan pangan. "Diperbolehkan dijual kembali dengan harga tertinggi Rp 9.950 per kilogram," tambah Dedi.

"Tapi tidak boleh diganti merek. Kalaupun diganti karung dengan bermerek, harus polos, dan pedagang harus jelaskan bahwa yang dia jual adalah beras Bulog. Nah soal merek dari karung itu, dari Sulawesi. Kita cek terdaftar atau tidaknya," jelas Dedi.

Polisi menyita barang bukti 5 karung beras Bulog dengan berat masing-masing 50 kg, 44 karung beras dengan berat masing-masing 25 kg, timbangan beras dan alat jahit. Polisi menetapkan Armin sebagai tersangka, dan dijerat dengan UU No 18/2012 Tentang Pangan. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Beras
  2. Beras Oplosan
  3. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini