Aipda Kristyanto yang melakukan pengawal terhadap warga korban debt collector tersebut.
Seorang pengendara motor di Jalan Juanda, Depok merasa terancam karena diikuti pengendara motor lain yang diduga sebagai debt collector. Pengendara motor diikuti tiga motor yang diduga adalah debt collector.
Dalam unggahan akun @infodepok, warga yang mengendarai motor Honda PCX itu membeli motor secara tunai. Karena merasa terancam, pengendara motor itu berinisiatif berhenti di pos polisi Simpang Juanda-Margonda.
Warga itu menceritakan peristiwa yang menimpanya. Anggota polisi melakukan pengejaran, namun debt collector tersebut terlanjur melarikan diri.
Advertisement
Oleh anggota polisi Polres Depok kemudian pengendara motor itu dikawal dari Jalan Margonda hingga Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pengendara motor itu merekam video saat dia dikawal oleh polisi hingga videonya viral di sosial media.
“Beli motor PCX cash mau ditarik modus matel 3 orang, dibilang motor korban belum lunas. Akhirnya korban inisiatif minta tolong polisi, giring pelaku modus matel ke pospol Juanda Margonda. Pelaku kabur saat dauber balik polisi. Untuk memberikan rasa aman polisi kawal saya sampai arah Lenteng,” tulis keterangan akun @infodepok.
Banjir Pujian Warga
Aksi polisi mengawal pengendara tersebut mendapat pujian dari warganet. Mereka mengatakan bahwa tindakan seperti ini yang diperlukan warga.
“Ini baru polisi yg mengayomi masyarakat,” tulis akun @805_bimaxxxx.
Sama halnya dengan komentar @irmaseptiaxxxx yang menulis, “Terima kasih pak sudah mengayomi masyarakat,” pujinya.
Aipda Kristyanto yang melakukan pengawal mengatakan, saat itu dirinya didatangi seorang pengendara motor yang merasa terancam karena dipepet orang yang mengaku debt collector. Pelapor diberhentikan secara paksa oleh oknum debt collector.
Advertisement
“Kami merespons aduan tersebut dengan mendatangi orang yang mengaku debt collector tersebut. Namun orang tersebut sudah kabur,”
kata Kris.
Secara spontan, Kris pun mengawal pelapor hingga yang bersangkutan merasa aman. Pengawalan dilakukan hingga wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
“Demi memberikan rasa aman terhadap pelapor, kami melakukan pengawalan sampai beliau merasa aman,” ungkap anggota Satlantas Unit Turjawali Polres Metro Depok itu.
Advertisement
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Multazam mengatakan, anggotanya melakukan pengawalan terhadap warga yang merasa terancam di jalan raya. Pengawalan dilakukan untuk memberikan rasa aman terhadap warga.
“Ada masyarakat yang meras terancam dengan keberadaan orang yang mengaku deb collector. Ketika dalam perjalanan pelapor merasa dipepet dan kebetulan dekat dengan pospol di Jalan Margonda, yang bersangkutan kemudian ke pospol dan menghampiri petugas piket melakukan piket turjawali,” katanya.
Anggotanya sempat pengejaran orang yang mengancam keamanan pengendara motor itu. Hanya saja ketika dikejar yang bersangkutan sudah kabur. “Sempat dikejar tapi ngga ketemu. Deb collector ada 3 orang,” tukasnya.
Dia menuturkan, pihaknya membuka call center dan hotline jika ada keluhan dari warga. Multazam mengatakan, pihaknya siap membantu warga yang memerlukan bantuan.
“Bisa call center dan hotline di nomor yang sudah tersedia. Kami akan membantu jika ada warga yang memerlukan bantuan,” pungkasnya.