Parahnya kelakuan Arsad, edit foto porno Jokowi & mau cabuli bocah

Rabu, 13 Juli 2016 06:23 Reporter : Ramadhian Fadillah
arsyad bebas. ©2014 Merdeka.com/praz mohammad

Merdeka.com - Nama M Arsad pernah bikin geger tahun 2014 lalu. Dia membuat foto editan gambar Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbuat tak senonoh. Foto itu disebar luas di Facebook.

Aksi pemuda penjual sate ini nyaris berujung pidana. Dia sudah dijemput polisi dan bakal diproses hukum.

Saat itu publik bereaksi keras atas penangkapan M Arsad. Muncul gerakan membela Arsad supaya tak diproses hukum. Tak sedikit politikus dari kubu lawan menyerang Presiden Jokowi.

Akhirnya kasus ini berujung damai. Ibu M Arsad datang ke Istana memohon agar anaknya tak dihukum.

Presiden Joko Widodo akhirnya memaafkan ulah tukang tusuk sate yang menghinanya di Facebook. Namun Jokowi berpesan agar Arsad.

"Saya ingatkan MA agar lebih berhati-hati dalam bertindak," ujar Jokowi saat itu.

Menurut Jokowi, di era yang bebas seperti sekarang ini jangan sampai kebablasan memanfaatkan teknologi. Selanjutnya, sudah ada aturan perundang-undangan yang mencegah orang melakukan pelanggaran di dunia maya.

"Harus saling menghormati hak orang lain, kemudian juga aturan-aturan hukum yang ada siapapun, yang atas sampai bawah," tegas Jokowi.

Arsad pun bahagia bisa bebas. Bahkan saat itu Iriana Jokowi memberikan amplop berisi uang untuk bekal ibu Arsad.

Kemarin, Arsad kembali bikin ulah. Dia menculik bocah wanita berusia 10 tahun dan membawanya ke vila di kawasan Puncak Bogor. Aksinya gagal karena warga yang curiga melihat bocah itu menangis terus kemudian menggerebek vila sewaan Arsad.


Ternyata bukan hanya sekali Arsad menculik anak bawah umur dan melakukan pencabulan. Sebulan lalu Imen pernah menculik K (7) di kawasan Tapos, Cimanggis. Kemudian K diajak ke kawasan Puncak, Bogor.

Pelaku menyewa sebuah kamar villa tapi akhirnya korban dipulangkan karena pelaku dianggap masih terlalu kecil. Pelaku memberikan uang Rp 100 ribu pada korban untuk pulang naik ojek.

"Polsek Cimanggis pernah mendapatkan laporan anak hilang dari masyarakat bahwa ada anak kecil hilang. Informasi didapat dari pengakuan pelaku dengan anak yang hilang tersebut sama yaitu pernah dibawa oleh pelaku ke wilayah sekitar Bogor," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan, Selasa (12/7).

Pengakuan pelaku saat itu tidak sempat mencabuli korban. Pasalnya pelaku tak tega melihat korban yang masih kecil. Kasus ini masih didalami lebih lanjut apakah masih ada korban lainnya atau tidak.

"Kita masih mendalami kepada pelaku, apakah ada korban lain yang dilakukan pelaku," tandasnya.

Imen mengakui pernah menculik K sebulan lalu di Tapos. Saat itu korban sedang bersama dua saudaranya. Ketiganya dibonceng dimotor namun tiba-tiba dua saudara K lompat dari motor.

"Selain F, waktu itu saya juga pernah culik K (7) sebulan lalu di Cimanggis," akunya.

Kali ini Arsad rasanya sulit untuk dibebaskan dari jerat hukum.

[ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini