Panglima TNI dan Kapolri Perintahkan Penebalan Pasukan PPKM Mikro di Jatim

Jumat, 18 Juni 2021 21:46 Reporter : Nur Habibie
Panglima TNI dan Kapolri Perintahkan Penebalan Pasukan PPKM Mikro di Jatim Panglima TNI dan Kapolri. ©2021 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar rapat terkait perkembangan Covid-19 di Jawa Timur, bertempat di Lanudal Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Rapat ini juga dilakukan bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito.

"Lonjakan Covid-19 di area Jawa Timur, dalam hal ini Bangkalan tentunya harus mendapatkan perhatian dari setiap pihak, karena Bangkalan saat ini merupakan zona merah. Di Kabupaten Bangkalan, sendiri hingga saat ini terdapat 735 kasus positif," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangannya, Jumat (18/6).

Hadi menegaskan, nantinya akan ada tambahan pasukan dari TNI-Polri dalam melaksanakan PPKM Mikro di beberapa titik posko disekitar Jawa Timur. Hal ini dilakukan guna mencegah makin meningkatnya kasus baru.

"Pasukan TNI dari Marinir, Yonif Mekanis 516/CY dan Yonarh 8/MBC serta Pasukan Brimob dari Polda Jatim akan memperkuat pelaksanaan PPKM Mikro serta bertugas di titik penyekatan sisi Jembatan Suramadu dan dari arah Sampang, Pamekasan, Sumenep," tegasnya.

"Warga yang akan melintas harus melaksanakan swab antigen, juga terhadap penumpang di Pelabuhan Kamal dan Tanjung Perak," sambungnya.

Nantinya, petugas yang bertugas di PPKM skala Mikro ini harus mengetahui tugasnya secara detail dengan memberi pemahaman yang baik.

"Sehingga setiap petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal, baik untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, penyekatan, testing, tracing, pengawasan isolasi mandiri, pemantauan dan distribusi logistik," ujarnya.

Jenderal bintang empat ini juga menekankan para petugas untuk melaksanakan terus pemantauan kasus aktif, angka kematian, angka kesembuhan, BOR (Bed Occupancy Rate) ICU dan BOR isolasi untuk dilaporkan data tersebut secara obyektif agar menjadi bahan evaluasi yang obyektif.

"Data yang obyektif tentu akan memungkinkan untuk mengambil langkah antisipasi dengan segera untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus kembali," ucapnya.

Di samping itu, papar Hadi, treatment juga harus berjalan dengan baik seperti ketersediaan tempat tidur rumah sakit, tenaga kesehatan, alat kesehatan yang dibutuhkan, obat-obatan, serta tempat dan pelaksanaan isolasi mandiri. Tentunya hal tersebut harus selalu dievaluasi guna mengambil langkah perbaikan yang dibutuhkan.

"Harus dipahami oleh setiap petugas, bahwa Tugas Posko PPKM Mikro diantaranya pelacakan kontak erat, pengawasan ketat isolasi mandiri, menutup tempat umum, melarang kerumunan, membatasi keluar masuk RT/RW serta pencatatan data," paparnya.

Dalam rapat ini juga diikuti oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya, Pangkoarmada II, Pangkoops AU II, Kapolda Jatim, Danpuspenerbal, Dankormar, Kabinda Jatim, Danlanudal, Asops Kasdam V/Brawijaya, Kakesdam V/Brawijaya, PLT Dirbinmas Polda Jatim, Kapolresta Sidoarjo, Kasat brimob Polda Jateng, Yonif Mekanis 516/CY dan Danyon Arhanud 8/MBC. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini