Pamer Rejeki di Medsos, Pengusaha Dirampok Karyawan Sendiri

Jumat, 18 Oktober 2019 03:37 Reporter : Muhammad Permana
Pamer Rejeki di Medsos, Pengusaha Dirampok Karyawan Sendiri borgol. shutterstock

Merdeka.com - Tim Cobra Polres Lumajang bersama dengan Polsek Gucialit, membekuk pencuri dengan korban seorang pengusaha muda bernama Tiananto (24 tahun), yang tinggal di Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Lumajang, Jawa Timur.

"Anggota kami berhasil membekuk 4 orang pelaku pencurian dengan ancaman kekerasan. Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pengejaran," ujar Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, saat dikonfirmasi merdeka.com pada Kamis (17/10) petang.

4 Tersangka yang dibekuk masing-masing adalah Johan Andri (26 th), Harjo (27 th), Ridi (35 th), Izroil Nurrohman (29 th). Adapun dua orang pelaku yang masih buron bernama Doni dan Rohim. "Mereka semua adalah warga desa setempat," lanjut Arsal.

Peristiwa perampokan tersebut terjadi pada 1 Oktober 2019 lalu. Keenam pelaku dalam menjalankan aksinya menutup mukanya dengan sarung ala ninja. Sehingga korban tidak mengetahui wajah pelaku perampokan. Mereka juga menggunakan sebilah pisau untuk mengancam korbannya.

Mereka berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Awalnya, para pelaku pada malam hari mengetuk pintu dan memanggil korban dari luar rumah.

"Setelah korban keluar, 4 orang pelaku masuk ke dalam rumah korban. Sedangkan 2 orang berjaga di luar," katanya.

Para pelaku, lanjut Arsal, kemudian meminta uang serta mengancam korban dengan pisau. Jika berteriak, pelaku mengancam akan menyembelih korban. Karena korban pasrah, pelaku dengan leluasa mengambil uang sebesar Rp31 juta yang ada di lemari baju di dalam kamar dan kabur melalui pintu depan.

Setelah ditelusuri, belakangan terungkap, bahwa keenam pelaku merupakan karyawan korban sendiri. "Korban baru mengetahui kalau yang merampok adalah karyawannya sendiri saat pelaku sudah kami tangkap," imbuh Kapolsek Gucialit Iptu Rudi Isyanto yang mendampingi Arsal saat memberi keterangan kepada awak media.

Dalam penyelidikan kemudian terungkap, keenam pelaku melancarkan aksinya setelah mengetahui melalui media sosial, bahwa korban baru saja mendapat uang dalam jumlah yang cukup banyak.

"Para pelaku melihat dari postingan di akun Facebook milik korban sendiri. Dari situ timbul niat dari para tersangka untuk merampok korban," papar Rudi. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Perampokan
  2. Lumajang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini