Pabersi Bali Bantah Jadi Penyebab Batalnya Wahyu Surya Tampil di Kejuaraan Dunia

Pabersi Bali membantah menjadi penyebab batalnya atlet I Gede Wahyu Surya Wiguna ke kejuaraan dunia, menjelaskan duduk perkara dana jaminan dan kewenangan pengiriman atlet.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pabersi Bali Bantah Jadi Penyebab Batalnya Wahyu Surya Tampil di Kejuaraan Dunia
Pabersi Bali membantah menjadi penyebab batalnya atlet I Gede Wahyu Surya Wiguna ke kejuaraan dunia, menjelaskan duduk perkara dana jaminan dan kewenangan pengiriman atlet. (AntaraNews)

Pengurus Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Bali secara tegas membantah tudingan sebagai penyebab batalnya atlet angkat berat I Gede Wahyu Surya Wiguna tampil dalam kejuaraan dunia International Powerlifting Federation (IPF) 2026. Bantahan ini disampaikan menyusul unggahan kekecewaan Wahyu Surya di media sosial yang viral. Ketua Pabersi Bali, I Komang Suantara, menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengirim atlet ke ajang internasional.

Wahyu Surya sebelumnya mengunggah kekecewaannya karena gagal berkompetisi di Druskininkai, Lithuania, akibat tidak mendapatkan rekomendasi serta terkendala dana jaminan sebesar Rp339 juta. Dana tersebut diperlukan sebagai deposit yang akan dikembalikan jika hasil tes doping sesuai standar World Anti-Doping Agency (WADA) menunjukkan atlet bersih. Dalam unggahannya, Wahyu Surya menuding Pabersi Bali meminta dana jaminan tersebut.

Menanggapi hal ini, Komang Suantara di Denpasar pada Jumat (11/4) mengklarifikasi bahwa informasi tersebut merupakan kesalahpahaman. Ia menegaskan bahwa Pabersi Bali hanya meneruskan informasi dari Pengurus Besar (PB) Pabersi terkait persyaratan yang harus dipenuhi untuk kejuaraan internasional. Kesalahpahaman ini kemudian memicu kegaduhan di kalangan atlet angkat berat.

Komang Suantara menjelaskan bahwa kewenangan pengiriman atlet ke kancah internasional tidak berada di tangan pengurus provinsi. “Membantah sekali karena pertandingannya bukan kita yang mengirim ke tingkat internasional, kami tidak punya kewenangan untuk mengirim atlet ke internasional,” ucap Komang Suantara saat dikonfirmasi di Denpasar. Pernyataan ini menepis anggapan bahwa Pabersi Bali memiliki kuasa penuh dalam menentukan partisipasi atlet di ajang global.

Pabersi Bali memiliki peran dalam mendukung atlet untuk melangkah ke tingkat nasional, seperti Pra PON 2027 dan PON 2028. Wahyu Surya, yang merupakan juara Porprov Bali di bawah Pabersi Buleleng, sejatinya dipersiapkan untuk jenjang nasional. Tahapan ini penting sebagai landasan sebelum seorang atlet dapat bersaing di level yang lebih tinggi.

Menurut Komang Suantara, atlet Bali masih perlu membuktikan diri di tingkat nasional sebelum berbicara di kancah internasional. Ia membandingkan dengan atlet dari Kalimantan Timur, Lampung, dan Jawa Barat yang dinilai lebih tangguh. “Memang kalau kita atlet Bali belum sampai kita bisa bicara di internasional, di tingkat nasional pun kita kalah,” tambahnya, menekankan perlunya fokus pada pengembangan di dalam negeri terlebih dahulu.

Permasalahan muncul ketika Wahyu Surya mengunggah kekecewaannya terkait dana jaminan sebesar Rp339 juta. Dana ini disebut sebagai deposit untuk tes doping standar WADA, yang akan dikembalikan jika atlet terbukti bersih. Wahyu Surya menafsirkan bahwa dana tersebut diminta oleh Pabersi Bali, yang kemudian dibantah keras oleh pengurus provinsi.

Komang Suantara menjelaskan bahwa Pabersi Bali hanya meneruskan informasi yang mereka terima dari PB Pabersi terkait persyaratan kejuaraan internasional. Pihaknya telah meminta arahan dari PB Pabersi mengenai permohonan Wahyu Surya untuk tampil di kejuaraan dunia. Informasi mengenai dana jaminan tersebut berasal dari PB Pabersi, bukan inisiatif dari pengurus provinsi.

“Jadi ada informasi dari PB, belum kami jawab suratnya, baru dapat informasi dan kami sampaikan ke Wahyu nanti kalau berangkat ada tes doping segala macam kalau tahu-tahu adiknya kena doping tanggung jawab di PB bukan di pengprov, nanti PB bayarkan sekian, adik sanggup tidak,” jelas Komang Suantara. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pabersi Bali hanya berfungsi sebagai perantara informasi, bukan pihak yang menetapkan atau meminta dana tersebut secara langsung.

Pabersi Bali mengakui potensi besar yang dimiliki I Gede Wahyu Surya Wiguna sebagai atlet angkat berat. Mereka melihat Wahyu Surya sebagai talenta yang dapat dikembangkan secara bertahap. Namun, pengembangan ini harus melalui jalur dan tahapan yang semestinya, dimulai dari tingkat daerah, nasional, hingga akhirnya internasional melalui PB Pabersi.

Komang Suantara menyatakan kekagetannya atas viralnya kesalahpahaman ini, yang bahkan menyinggung atlet-atlet senior dari berbagai daerah. Padahal, Pabersi Bali memiliki harapan besar agar Wahyu Surya bisa lolos ke Pra PON. “Kalau sudah sesuai tahap kami pasti sangat mendukung, pasti kami akan laporkan pada KONI Bali bahwa kita punya atlet berprestasi,” ujarnya.

Pabersi Bali menekankan pentingnya mengikuti prosedur dan tahapan yang telah ditetapkan dalam pembinaan atlet. Mereka menduga bahwa Wahyu Surya mungkin terpengaruh oleh pihak-pihak di klub swasta yang memberikan janji atau iming-iming untuk langsung ke kancah internasional tanpa melalui jalur yang benar. Hal ini dapat menghambat perkembangan atlet secara sistematis dan terstruktur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi