Orangtua Pergi ke Luar Kota, Anak PNS Bawa Wanita ke Rumah Lalu Disekap dan Diperkosa Bergilir

Ketua RT 29, Hermanto membenarkan bahwa telah terjadi penyekapan dan pelecehan seksual di wilayahnya.

Hidayat
Oleh Hidayat - Reporter
Orangtua Pergi ke Luar Kota, Anak PNS Bawa Wanita ke Rumah Lalu Disekap dan Diperkosa Bergilir
Orangtua Pergi ke Luar Kota, Anak PNS Bawa Wanita ke Rumah Lalu Disekap dan Diperkosa Bergilir (Merdeka.com)

Viral di media sosial penyekapan dan pelecehan seksual oleh seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Polisi telah menangkap para pelaku yang diduga terlibat aksi keji tersebut.

Ketua RT 29, Hermanto membenarkan bahwa telah terjadi penyekapan dan pelecehan seksual di wilayahnya. Kronologi pada saat itu, rumah yang dijadikan tempat penyekapan sedang kosong. Orangtua pelaku tidak ada di rumah.

"Itu orang tua pelaku lagi keluar daerah itu ke Jawa, untuk antar anaknya ke sekolah di pondok pesantren,” kata Hermanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (14/7).

Menurut dia, untuk kejadian penyekapan tersebut sudah dua hari yang lalu, kata Hermanto, pada hari Jumat dan Sabtu diketahui bahwa adanya penyekapan malam Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban sempat kabur dari penyekapan. Kemudian meminta tolong kepada warga setempat. 

Setelah ditolong, korban lagsung dititipkan ke KPAI. Kemudian polisi langsung melakukan penyergapan di lokasi tersebut. Dua orang berhasil ditangkap, lainnya melarikan diri.

"Itu pelaku diamankan dari pemilik rumah dan temannya,” jelasnya.

Kata Hermanto, orang tua pelaku merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jambi. "Orang tua pelaku ini orang tertutup dan tidak banyak bergaul,” jelasnya.

Menurut dia, pelaku yang melakukan penyekapan merupakan anak di bawah umur yang diketahui masih duduk di bangku sekolah. "Untuk pelaku inisial R dan L yang diamankan oleh pihak polisi,” ujarnya.

Korban sempat dibawa ke kediaman ketua RT setempat. Dalam pengakuannya, korban sempat diperkosa secara bergiliran oleh para pelaku.

"Korban mengakui bahwa dia digilir oleh pelaku dan teman-temannya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti mengatakan, terdapat penambahan jumlah pelaku dari yang semula dilaporkan tujuh orang menjadi delapan orang. 

Dari total pelaku tersebut, empat di antaranya masih anak-anak dan empat lainnya sudah dewasa.

"Sebanyak dua orang sudah ditangkap oleh Polsek Jelutung yang merupakan pelajar SMP dan SMA dan sekarang ditempatkan di Polresta Jambi," kata Noverentiwi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (14/7).

Menurut dia, korban bukan warga Kota Jambi melainkan warga Kabupaten Muaro Jambi. Kata Noverentiwi, pada saat kejadian dijemput oleh salah satu pelaku dan kemudian dibawa ke rumah yang berlokasi di RT 29 Kelurahan Payo Lebar. 

"Saat ini korban berada di rumah perlindungan DPMPPA dalam masa pemulihan,”ujarnya.

Kondisi korban sedang dalam tahap pemulihan dengan pendampingan psikolog dan mediator. Korban yang putus sekolah diduga berkenalan dengan para pelaku melalui media sosial. 

"Korban masih mengalami trauma dan kondisinya masih tertekan, belum bisa kami menggali informasi lebih dalam, masih proses pemulihan," jelasnya.

Hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkara telah keluar dan diserahkan kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Polresta Jambi. 

"Hasil visum tersebut menunjukkan positif bahwa korban mengalami pelecehan seksual. Polisi kini terus melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku lainnya yang masih buron,” tutupnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Jambi Ipda Deddy membenarkan kejadian tersebut dan saat ini sedang ditangani oleh penyidik unit PPA Satreskrim Polresta Jambi.

"Benar, sekarang masih dilakukan pemeriksaan, yang diamankan baru dua orang,” katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (14/7).

Rekomendasi