OIKN Prioritaskan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Inklusif di IKN Nusantara

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkomitmen menjadikan UMKM IKN sebagai kekuatan utama ekonomi inklusif dan berkelanjutan, dengan berbagai program intensif untuk pengembangan dan integrasi yang menarik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OIKN Prioritaskan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Inklusif di IKN Nusantara
Otorita IKN menegaskan komitmennya menjadikan UMKM IKN sebagai motor penggerak ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara, lantas bagaimana strategi pengembangannya? (AntaraNews)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan komitmennya untuk menjadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya. Langkah strategis ini diambil guna membangun ekosistem ekonomi yang kuat, di mana UMKM dapat tumbuh dan bertransformasi menjadi bisnis berskala lebih besar di masa depan.

Ferdinand Kana Lo, Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha OIKN, menjelaskan bahwa UMKM adalah mesin ekonomi yang vital bagi IKN. Untuk mewujudkan visi tersebut, OIKN merencanakan serangkaian program pengembangan intensif, termasuk pembangunan Nusantara Integrated Industrial Center (SITNa) dan galeri UMKM yang berfungsi sebagai pusat pameran produk lokal.

Tidak hanya itu, OIKN juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk memperkuat ekonomi UMKM melalui berbagai inisiatif strategis. Hingga saat ini, tercatat 888 UMKM telah menjadi binaan OIKN yang tersebar di tujuh wilayah delineasi IKN, menunjukkan progres nyata dalam upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan tersebut.

Dalam upaya memperkuat peran UMKM IKN, Otorita Ibu Kota Nusantara telah merancang berbagai program komprehensif. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan Nusantara Integrated Industrial Center (SITNa), sebuah pusat industri terpadu yang diharapkan dapat menjadi inkubator bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi mereka. Selain itu, galeri UMKM akan dibangun sebagai wadah promosi dan pemasaran produk-produk unggulan dari pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah IKN.

OIKN juga akan mendirikan pusat layanan yang berfungsi sebagai hub pendampingan bagi UMKM, menyediakan bimbingan dan konsultasi dalam berbagai aspek bisnis. Klinik pembinaan akan rutin diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan manajerial dan teknis para pelaku UMKM. Pembentukan organisasi atau koperasi UMKM (KUBE) juga menjadi prioritas untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha.

Pengembangan basis data terintegrasi juga menjadi bagian penting dari strategi ini, dengan tujuan mewujudkan Smart UMKM yang adaptif terhadap teknologi dan informasi. Pengawasan terhadap Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR) juga akan diperkuat untuk memastikan kepatuhan dan kemudahan berusaha bagi UMKM. Komitmen OIKN terhadap UMKM IKN juga tercermin dalam dukungan pertumbuhan mereka yang terintegrasi dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur di IKN.

Kerja sama strategis antara OIKN dan Bank Indonesia menjadi pilar penting dalam penguatan ekonomi UMKM di IKN. Langkah-langkah yang diambil meliputi penataan kawasan tematik untuk UMKM, fasilitasi akses pembiayaan yang lebih mudah, serta kurasi UMKM untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam menarik investasi. Digitalisasi operasional UMKM juga didorong agar mereka dapat bersaing di era ekonomi digital, serta integrasi ke dalam rantai pasok yang lebih luas.

Ekonomi IKN dirancang berdasarkan kerangka Ekonomi Tri-Kota yang saling melengkapi. IKN sendiri diposisikan sebagai pusat pemerintahan dan investasi hijau, menarik berbagai peluang bisnis berkelanjutan. Samarinda, sebagai ibu kota Kalimantan Timur, akan menjadi pusat historis dengan revitalisasi sektor energi yang diperbarui. Sementara itu, Balikpapan akan berperan sebagai pusat hilir minyak dan gas serta logistik utama di Kalimantan, menciptakan sinergi ekonomi yang kuat.

Melalui kerangka ini, OIKN secara aktif memperkuat ekonomi regional dengan menempatkan UMKM sebagai penggerak utama investasi dan kemudahan berusaha. Penekanan diberikan pada kualitas produk dan layanan, tanggung jawab sosial, serta komitmen tinggi terhadap pelanggan. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang stabil dan berkelanjutan, dengan UMKM IKN sebagai fondasi utamanya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi