Ogah bayar uang lembur, Yanto pukuli operator ekskavator
Merdeka.com - Yanto (30), warga Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, berurusan dengan polisi. Dia ditangkap siang tadi, menyusul laporan Yohanes Darno (25), salah seorang operator ekskavator korban penganiayaan Yanto.
Peristiwa itu, terjadi Senin (1/10) malam lalu, sekira pukul 22.00 WITA. Yanto, menyewa alat berat dari jasa penyewaan alat berat, untuk menggali pipa, di kawasan Jalan Pelita VI, Sambutan. Dari perjanjian, apabila Yanto tidak bersedia bayar uang lembur, praktis alat berat ditarik.
"Alat berat berikut operatornya pun bekerja, menggali pipa sesuai perjanjian. Belakangan, aktivitas pekerjaan masuk jam lembur," kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Ipda Purwanto, kepada merdeka.com, Kamis (4/10) malam.
Operator alat berat pun, meminta bayaran uang lembur sesuai perjanjian. Karena tidak ada pembayaran uang lembur, alat berat pun ditarik oleh pemiliknya. "Bukannya memberi uang lembur, pelaku (Yanto) malah marah-marah," ujar Purwanto.
Belakangan, diketahui juga memiliki utang pembayaran sewa alat berat. "Jadi, pada saat alat berat itu ditarik, pelaku semakin emosi, dan menganiaya operator dengan tangan kosong," tambah Purwanto.
Korban operator alat berat, memilih melapor ke polisi sehari kemudian, Selasa (2/10). Setelah visum untuk melengkapi laporan, kepolisian menindaklanjuti laporan itu dengan mencari pelaku.
"Berhasil kita tangkap kemarin, pelaku kita tetapkan tersangka. Kita terapkan pasal penganiayaan kepada pelaku," demikian Purwanto.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya