Mutasi Polwan Polri Akhir Tahun: Brigjen Pol Dr. Sulastiana Jadi Wakapolda, Enam Polwan Jabat Kapolres

Mutasi Polwan Polri akhir tahun 2025 menempatkan perwira wanita di posisi strategis, termasuk Wakapolda dan Kapolres, menunjukkan komitmen Polri dalam pembinaan karier dan perlindungan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mutasi Polwan Polri Akhir Tahun: Brigjen Pol Dr. Sulastiana Jadi Wakapolda, Enam Polwan Jabat Kapolres
Polri Kirim Bantuan Sumatera sebanyak 3,8 ton logistik dan ratusan personel ke Sumatera Utara dan Barat menggunakan dua pesawat, mempercepat penanganan korban banjir bandang. (AntaraNews)

Polri secara resmi melakukan mutasi dan promosi jabatan besar-besaran menjelang akhir tahun 2025. Sejumlah perwira Polwan mendapatkan kepercayaan untuk menduduki posisi strategis, mulai dari Wakapolda hingga Kapolres di berbagai wilayah. Langkah ini menunjukkan pengakuan terhadap kapabilitas dan profesionalisme Polwan dalam organisasi kepolisian yang semakin modern.

Penempatan Polwan dalam jabatan penting ini diumumkan melalui Surat Telegram Polri yang diterbitkan pada tanggal 15 Desember 2025 lalu. Kebijakan mutasi ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kinerja serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat secara menyeluruh.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa mutasi adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Tujuannya adalah sebagai bentuk pembinaan karier anggota serta peningkatan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.

Polwan Raih Posisi Strategis dalam Mutasi Polri Akhir Tahun 2025

Salah satu sorotan utama dari mutasi kali ini adalah penunjukan Brigjen Pol Dr. Sulastiana yang dipercaya menempati posisi Wakapolda Papua Barat. Penunjukan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi kiprah Polwan di jajaran kepolisian Republik Indonesia.

Selain posisi Wakapolda, tercatat sebanyak 17 Polwan juga berhasil mendapatkan promosi ke jabatan Kombes Pol. Mereka akan mengisi berbagai posisi penting di Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirres PPA dan PPO) di sejumlah Polda.

Posisi-posisi strategis tersebut tersebar di Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga wilayah Indonesia Timur. Hal ini menunjukkan pemerataan kesempatan bagi Polwan berprestasi di seluruh penjuru negeri untuk berkarya.

Komitmen Polri Tingkatkan Perlindungan Masyarakat Melalui Promosi Polwan

Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penguatan struktur Direktorat PPA dan PPO merupakan komitmen kuat Polri. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan perlindungan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan di seluruh wilayah Indonesia.

Penempatan Polwan pada jabatan krusial tersebut diharapkan mampu membawa pendekatan yang lebih humanis dan responsif dalam penanganan kasus. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan rasa aman serta keadilan bagi korban yang membutuhkan perlindungan.

Tidak hanya itu, enam Polwan juga dipercaya untuk menjabat sebagai Kapolres di berbagai daerah. Wilayah yang mendapatkan pemimpin Polwan tersebut meliputi Karimun, Majalengka, Batang, Tebing Tinggi, Purbalingga, dan Samosir, menunjukkan kepercayaan pimpinan Polri.

Jika ditotal, tercatat ada 35 Polwan yang mendapatkan promosi jabatan dan kenaikan pangkat dalam mutasi akhir tahun 2025 ini. Ini merupakan angka yang signifikan dan menunjukkan peningkatan peran Polwan.

Secara keseluruhan, mutasi Desember 2025 ini juga mencakup beberapa kategori personel lainnya:

  • 50 personel Pati dan Pamen dalam kategori khusus.
  • 79 personel yang akan berangkat untuk mengikuti pendidikan lanjutan.
  • 11 personel yang memasuki masa pensiun dari dinas kepolisian.

Dengan adanya mutasi jabatan ini, Trunoyudo berharap organisasi Polri semakin kuat dalam menjalankan tugas negara. Selain itu, diharapkan juga semakin optimal dalam melayani masyarakat dengan integritas dan profesionalisme tinggi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi