Musim Kemarau, Jokowi Minta Menteri Turun ke Daerah Potensi Kekeringan

Senin, 15 Juli 2019 16:33 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Musim Kemarau, Jokowi Minta Menteri Turun ke Daerah Potensi Kekeringan jokowi pimpin rapat kabinet paripurna di istana. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas antisipasi dampak kekeringan di Kantornya, Jalan Merdaka Utara, Jakarta Pusat. Dalam rapat tersebut Jokowi meminta kepada para menteri untuk turun langsung dan memberikan langkah antisipasi, mitigasi terhadap dampak kekeringan ini.

"Saya minta para menteri dan kepala lembaga Gubernur untuk turun melihat langsung ke lapangan dan segera melakukan langkah antisipasi, mitigasi terhadap dampak kekeringan ini," kata Jokowi saat membuka ratas di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Senin (15/7).

Dia membeberkan dari data BMKG terlihat bahwa musim kemarau akan berlangsung pada Agustus hingga September.

Beberapa daerah juga sudah mengalami kekeringan, 21 hari tanpa hujan. Hal tersebut terjadi dibeberapa provinsi mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTB, NTT.

"Berarti statusnya waspada 31 hari tanpa hujan berarti status siaga, dan juga 61 hari tanpa hujan, ini statusnya sudah awas," ungkap Jokowi.

Tidak hanya itu dia juga meminta kepada para menteri untuk menyuplai air bersih, maupun air untuk pertanian. Agar pasokan air terjaga dan tidak terjadi resiko gagal panen. Dia juga meminta kepada Menteri KLHK, Siti Nurbaya untuk tetap memantau dan mengantisipasi kebakaran lahan gambut.

"Kalau perlu kita lakukan modifikasi cuaca, pembangunan sungai bor, dan saya minta menteri LHK memantau, mengendalikan potensi titik panas hotspot yang ada dan kita harapkan kebakaran hutan dan lahan gambut bisa kita antisipasi dan kita hindari," jelas Jokowi. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini