Minta Uang ke Keluarga Pasien BPJS untuk Beli Alat, Dokter Spesialis Anak Ini Minta Maaf: Ini Hanya Opsi

Billy mengaku jika dirinya pun telah meminta maaf kepada pihak keluarga sejak awal.

Yosephin Suci Wulandari
Minta Uang ke Keluarga Pasien BPJS untuk Beli Alat, Dokter Spesialis Anak Ini Minta Maaf: Ini Hanya Opsi
Minta Uang ke Keluarga Pasien BPJS untuk Beli Alat, Dokter Spesialis Anak Ini Minta Maaf: Ini Hanya Opsi (Merdeka.com)

Dokter Spesialis Bedah Anak di RS Umum Daerah Abdul Moeloek Lampung akhirnya meminta maaf dan mengklarifikasi isu yang beredar terkait dia meminta uang sebesar Rp8 juta ke pasien.

dr. Billy Rosan, Sp. BA menyampaikan langsung permintaan maaf dan merasa khilaf dengan apa yang telah terjadi kepada seluruh pihak yang merasa di rugikan.

"Sebelumnya saya memohon maaf sebesar-besarnya sebagai manusia yang tidak mungkin lepas dari khilaf dari kesalahannya. Mungkin salah satu kesalahan saya atau kita lihat dari beberapa aspek," katanya Jumat (22/8).

Meski bergitu, dia pun tak menampik jika diri menerima sejumlah dana dari keluarga pasien untuk pembelian alat. Dia mengaku jika pembelian alat itu bukan suatu kewajiban.

"Untuk alat itu hanya opsi, dan opsi itu diserahkan kepada keluarga. Saya pun tidak bisa menahan, pihak keluarga yang memutuskan. Tanyakan ke keluarga mengambil opsi itu. Untuk yang masuk rekening itu opsi, karena gak ada pilihan lain lagi," ungkapnya.

Billy mengaku jika dirinya pun telah meminta maaf kepada pihak keluarga sejak awal. "Karena memang mungkin salah satu atau beberapa yang mungkin kesalahan saya atau mungkin nanti kita lihat aspeknya," katanya lagi.

Sebelumnya, terdapat pasien atas nama Alesha Erina Putri berusia 2 bulan, anak dari pasangan Sandi Saputra (27) dan Nisa Usofie (23) warga Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda Lampung meninggal dunia beberapa jam setelah dilakukan tindakan operasi pada 19 Agustus 2025.

Sandi merasa  jika pelayanan di RSUD Abdul Moeloek Lampung sangatlah jelek dan menyayangkan hal tersebut. Dalam kesempatan lain, Sandi pun mengaku telah melakukan transaksi ke rekening pribadi sang dokter untuk pembelian sebuah alat. 

Sebelum dilakukan tindakan, Sandi menyebutkan sang dokter yang menangani anaknya memberi dua opsi terkait tindakan operasi yang akan dilakukan.

"Jadinya dokternya memberikan ada dua opsi, yang pertama itu ada dua kali tindakan operasi pemindahan saluran pencernaan di bagian perut, nanti akan dikasih kantong stoma, dan setelah 6 bulan masa pemulihan dikembalikan lagi," ungkapnya.

Sementara itu, untuk opsi kedua dilakukan tindakan sekali operasi namun diharuskan membeli sebuah alat yang berdasarkan keterangan dokter alat tersebut tidak di cover oleh BPJS Kesehatan.

"Dan opsi kedua kita harus membeli alat dan dia bilang alatnya tidak di cover BPJS dia hanya menyarankan dua opsi. Saya kemarin baca katanya dokter ini merekomendasikan opsi pertama tapi dia menawarkan dua opsi," tuturnya Sandi.

Sandi mengungkapkan jika sang dokter pun tidak menjelaskan secara spesifik sistem kerja alat yang dimaksud. Ia pun tak diberitahu gambaran dan foto alat yang harus dibeli.

"Dia bilang alatnya tidak ada di RS nanti kita carikan, nanti kirim aja melalui rek saya disitu saya merasa ada yang mengganjal, tapi ya namanya orang tua apapun itu akan saya lakukan yang terbaik untuk anak. Dia mintanya Rp8 juta," ungkapnya.

Rekomendasi