Minim Fasilitas MCK, Korban Banjir di PGP Bekasi Terpaksa Gunakan Toilet SPBU

Korban banjir yang mengungsi di posko utama BNPB depan Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi mengeluhkan minimnya fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Keluhan itu disampaikan kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto di sela peninjauan di sana, Jumat (3/1).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Minim Fasilitas MCK, Korban Banjir di PGP Bekasi Terpaksa Gunakan Toilet SPBU
Berjibaku Membersihkan Lumpur Pascabanjir. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Korban banjir yang mengungsi di posko utama BNPB depan Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi mengeluhkan minimnya fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Keluhan itu disampaikan kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto di sela peninjauan di sana, Jumat (3/1).

"Kami terpaksa harus pergi ke pom bensin di dekat lokasi posko untuk MCK," curhat seorang pengungsi kepada Agus.

Menanggapi hal itu, Mendag akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait supaya kebutuhan yang dikeluhkan pengungsi di sana terpenuhi.

"Nanti kita lihat WC portabel (mobil toilet), akan adakan nanti. Kita juga akan melakukan kerja sama dengan lembaga lain yang memang mengadakan itu," lanjutnya.

Kepala Seksi Pemantauan Evaluasi Sumber Daya Darurat BNPB, Asep Supriatna mengatakan, fasilitas MCK di posko utama hanya tersedia satu. Karena itu, pihaknya akan segera memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi di tempat tersebut.

Menurutnya, jumlah pengungsi di gudang tersebut masih fluktuatif. Karena ada warga yang telah kembali ke rumah namun tetap kembali ke posko tersebut.

"Kami sudah menyediakan mobil toilet, kami akan coba buat lagi untuk buang air kecil dan besar," katanya.

Rekomendasi