Meresahkan Warga, Puluhan Preman di Tasikmalaya Dijaring Polisi

Selasa, 30 Juni 2020 23:05 Reporter : Mochammad Iqbal
Meresahkan Warga, Puluhan Preman di Tasikmalaya Dijaring Polisi Razia Preman di Tasikmalaya. ©2020 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Puluhan preman di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (30/6) dijaring aparat kepolisian karena keberadaannya dianggap meresahkan warga. Penjaringan itu pun dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya kejahatan di jalanan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo Tarigan mengatakan, pihaknya dalam kegiatan penjaringan preman mengamankan setidaknya 39 orang.

"Mereka kita amankan di lima kecamatan, yaitu Tanjungjaya, Sukaraja, Salopa, Cikatomas, dan Cipatujah," katanya, Selasa (30/6).

Preman yang dijaring, dia mengungkapkan, melakukan berbagai kegiatan yang membuat masyarakat resah dan berefek tidak baik. Modusnya sendiri kebanyakan dengan melakukan penjualan air mineral kepada pengguna jalan hingga meminta uang jasa pengaturan arus lalu lintas.

"Ada juga preman yang sengaja menghambat dan mempersempit ruas jalan menggunakan bambu. Hal tersebut dilakukan agar preman ini bisa menghentikan kendaraan sehingga bisa meminta uang jasa pengaturan arus lalu lintas," ujarnya.

Di salah satu lokasi penjaringan preman, Siswo menjelaskan, pihaknya menemukan obat-obatan untuk mendapatkan efek mabuk. Namun di sisi lain, dia juga menemukan sejumlah pelajar yang berlagak menjadi preman.

Dari 39 preman yang diamankan pihaknya, kebanyakan mereka adalah pemuda pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan. Dalam sehari, para preman tersebut setiap orangnya bisa menghasilkan Rp 70 ribu.

"Seluruhnya kita bawa ke Mapolres untuk dibina, termasuk para pelajar. Pelajar yang terjaring, kita minta orang tuanya yang menjemput," tutupnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Premanisme
  3. Razia Preman
  4. Tasikmalaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini